Aku & WordcampID

Pertama kali datang ke Wordcamp Indonesia yang udah 2 kalinya diadain. Kali ini di Gunadarma, Depok tanggal 30 Januari 2010.

Hmm… kesan pertama adalah kedinginan. Kesan kedua, merasa paling ‘hijau’ tentang WP diantara para aktivis WP yang ngomongnya udah pake bahasa planet.Bener-bener newbie

Kesan ketiga, adalah gw seperti masuk kelas anak2 cerdas.. pada bawa laptop terus semuanya aktif bertwitteran. Thanks God, hape gue sudah mumpuni untuk melakukan twiiter dengan ‘nyangkut’ ke wifi yang tersedia. Alhasil, gw pun bisa ikutan ngetwit.

Kesan keempat, gue bener2 gak ngerti sama materi yang dipresentasiin. Pake bahasa planet juga. Blank.. tapi untuknya si bule Beau Lebens ngomong bahasa inggris. Meski software translating otak gue belum canggih, tapi yah.. gue bisa nangkep deh dikit apa yang mo disampaikan si bule itu. Meski..so sorry nih ya Beau.. cara presentasinya agak membosankan dan tidak bersemangat. But.. yeah.. thanks for coming!

Kesan kelima, konsumsi yang enaaaakkkk…………. dari snack yang nambah mulu. Sampe makan siang yang buffet (bukan nasi kotak seperti bayangan gue). Kalau gak bracket gue yang sedang bermasalah, gue pasti akan mengambil semua makanan disana. :p

Kesan keenam, too badd for me cant follow until the end. Darn! Pasti heboh.. ada foto2 dengan semua peserta. Apa boleh buat, orang sibuk! :p acara lain sudah menunggu kehadiran gue. Satu lagi yang sangat disayangkan, ga bisa ikut kompetisi buat speed writing contest dari ACER. Iseng-iseng berhadiah netbook.

Kesan ketujuh… setelah sekian lama gw tidak ke Depok, akhirnya ke Depok lagi. Dan… kembali inget bahwa jalanan Margonda maceeeeeeetttt gilaa kalo hari sabtu. Paraaahh…

Bersama Beau Lebens dari AUTOMATTIC

xoxo 😉

Ps: semoga kantor bisa sponsorin lagi buat WordcampID next year weeekekekeke..

Surviving in the world of women…

woman wants to be center of attention
After experienced many things, I dare to say that it is hard to survive in the world of women.
What are you saying? – Some of you must be wondered. But I have my own story.
As long I can remember, when I read girls magazine, or women magazine, all the articles always told the same old philosophies. Like “just be yourself” or “Inner beauty is the truth beauty”, or “confidence will make your way” and many others advice that now more like sound a clichĂ© in my ears.
Nevertheless, still outer beauty or looks is the very first people will acknowledge who we are. Well, I can say that people with good looking face more likely to have a job that people who just average. Or, women that have good looking face also more likely have asked to their phone number than they who just average. Or women with appearance like white, long hair, tall and slimming body more likely caused adoring eyes from men.
Yes, no wonder women very concern about their looks. The public demand them to always look good. Just look at all the media from advertising, magazine, television or even the simple thing social media, people or in this case women always have the ‘urge’ to look good. Why? Well, I realized me and my friends never want to put our ugly picture as profile image. Am I right?
Well, I believe beauty is in the eyes of beholder. Yes, that’s true. Beauty is very subjective yet ironically we can define what is ugly. Just like people humor about this “Cantik itu rata-rata tapi jelek itu mutlak”.  As for me, I do have feeling that I don’t want to be average woman especially don’t want to be called ugly.
So, I do whatever to look good. And yeah… I have dealing with the ‘looks’ problem since forever
 *sigh* story of my life. And I have spent millions rupiah to have softer and healthy skin. I become the victim of advertising. Do this and that to fulfill the standard what is beautiful. No doubt to feel the pain to look more beautiful. Yep! Beauty is pain. Injection to stop the anti aging, peeling that burn your face, high killer heels to look more sexy or slimming, hair extension to have instant long hair, coloring hair. Or waxing to remove all unwanted hair. Pain yet we are want it.
It is really ‘To be or not to be’ as Shakespeare said in Hamlet. That’s all that matter. But it isn’t just to look beautiful in the public or opposite sex, but also want to be looks more beautiful in front of other women. *exhale* women are very competitive species. I become so aware of this because I am too  envy. She is sexier, she has bigger breasts, and many others that make me focus about outer look instead to what is in me.
I realize that and I try to eliminate that. But it is hard because we can’t just go to hell with appearance but how to make our self not to consume with outer beauty and start to explore the inner beauty.  Until now, I am still working to do that. And 
 yeah
 tough competition and the fact that scale women than men is 4: 1, makes ‘this competition’ harder.

The Art of 'Kerokan'

Gw ga pernah tau kl hal yang simpel aja ada aturannya.

Malam ini gw diminta untuk mengeroki bapak yang lagi sakit masuk angin. Mengeroki dari kata dasar kerokan (gak tau apakah ini sudah masuk ke kamus besar bahasa Indonesia), adalah aktivitas dengan mengosok kulit yang sebelumnya diolesi oleh balsem dengan uang logam atau sesuatu yang berbentuk bundar dan dari logam. Nah, konon orang dulu percaya bahwa dengan kerokan akan membuang angin dalam tubuh dengan tanda ‘merah’ di kulit dari hasil kerokan itu.

Nah, gw sih gak gitu percaya ya.. menurut gw, dimana-mana, kl mengerok kulit sama benda logam, atau benda apapun pasti hasilnya merah. Kulit manusia kan ga setebel kulit badak. Jadi bukan berarti itu ‘angin’ keluar. Well.. aniwei, bapak dan ibu sayangnya termasuk orang ‘dulu’ itu.

Back ke kerokan, jadi malam ini gw diminta untuk kerokin bapak. Ya sudah, setelah membersihkan diri sehabis pulang kerja, gw pun melaksanakan permintaan si empunya rumah. Secara dulu gw dulu pernah dikerokin – sebelum menyadari minum obat lebih tidak sakit dibanding kerokan – gw tentu tau dong caranya kerokan.

Kita tinggal membutuhkan balsem, uang logam dan kulit hehe.. ini maksudnya orang yang mo dikerokin. So, how difficult is that. But i guessed i was wrong…

So, bapak merequest dikerokin dari leher sampai pinggang. *sigh.. long way to go*. Dengan pede, gw pun memulai. Oles, oles balsam, lalu kerok dibagian yang ada balsamnya.. terus kerok sampai keluar garis merah. Pokoknya githu..

Eh, belum apa-apa, bapak komentar, “Kalo dileher, jangan melebar, memanjang ngikutin dong..” – gw he-eh aja. Lalu lanjut lagi dengan oles, kerok-kerok sampai merah. Dikit dikit bapak nengok ke belakang mencoba melihat hasil kerokan gw. Apa sih, kaya perlu dinilai segala.  Lanjut ke punggung.. lagi-lagi bapak komentar “Jangan jarang-jarang…yang rapet” – lagi-lagi gw he-eh aja. Kembali gw meneruskan kegiatan oles dan kerok ini.

Setelah sampai setengah punggung, bapak melihat ke cermin yang ada di kamar. Yup! Benar sekali saudara-saudara, dia komentar lagi “Kalo ngerok itu searah sama tulang rusuk,..” – lha itu bukannya udah ya? gw melihat hasil kerokan gw. Ga ada yang salah kok.. emang sih agak berantakan, tp kan tadi beliau yang minta rapet rapet antara garis merah ke garis berikutnya.

Setelah kerokan sampai pinggang, selesai lah sudah. Dan seperti orang yang habis di tato, bapak bercermin untuk melihat hasil kerokan gw. “Ih.. kamu kerokinnya ga sampai ujung ” Arrghhh…cape dehh. Emang harus rapih sempurna yah? kaya mo dipamerin a la tato aja. Pusing deh…Baru kali ini kerokan ada rules and regulationnya. (taelaahh..)

Pas ibu pulang dari latihan koor, ibu melihat hasil kerokan di punggung bapak. Senyum terkulum tercetak di bibirnya. Huh..kayanya sih senyum mencela seperti “Ini anak ngerokin apa ngerokin sih?” Agak sebel tp jadi lucu juga kl diinget. Betapa hal yang sederhana pun butuh aturan , dan nilai estetis. Katanya sih maksudnya ngikutin jalur tulang rusuk biar kelihatan rapih. Kaya bakal mo topless aja kemana-mana. Ga akan ada yang ngelliat juga.

But, that’s the Art of ‘Kerokan’. Ada yang mo dikerokin?

xxoo 😉

Awkward Moment with My Mom

You know
 I guess they are right. When a child reached the age 18, they should go out from the house and live independently. But, that is only happened in western.  Here, where I come along, we moved out when we are married.

But
 I completely agree with western point of view. Beside to learn live independent, there will be no arguing and embarrassing moments like me and my parents especially my mom.

We often argue about how my mom often and always still treated me like I am underage. And that’s annoys me.

Just like when we are in family room and watched a movie, western movie, there is a romance scene, where the actress and actor was kissing, and you know what, my mom told me to close my eyes. Geeezzz
.

Another example, like when I watch the DVD in my room with my door closed, suddenly, my mom barked in and entered to my room in the middle love scene in the movie. And she asked whether I watched porn movie. C’mon
  It just a make out scene. On second thought, what I watched is not her business. I completely have no privacy in my own room.  I don’t mind if she wants to see me, but please, knock first, show some respect to my own privacy.

It is very hard to give a logical explanation to my parents that very conservative. Arrgghh
 really really put me on nerve.

That’s not the only thing, once, when I went to supermarket with her, I buy a beer, just a bottle, I mean a treat for myself, and she said I am an alcoholic like every day I buy 10 bottles a day. FML.

I don’t know how to make them understand.  Does she know that now already year 2010 and I completely a grown up, mature and able to take a risk my own choice.

Does she know about human rights or freedom to make a choice? Gosh
   I wish my mom can be an open minded person, and be flexible.  I’ll know, she would answer like this   every time I spoke about my mind. “As long you live in my house, you follow my rules”. That’s her. My dad doesn’t help much. My mom is the boss.

You know, the argument come to a result, this year must be the last year I am in the house. Next year I am planning to find my own flat or rented room.

New Year… I Hate My Face

Argh 
. I really don’t need these, any of these. Why me?? Why now?? This New Year is supposed to be supported with new face, NOT new acnes. I hate my skin. Already spend million for this face but it seems my face can’t go smooth. Ouww
 what I should do. Now I will meet some of friends in this New Year, *sigh* and I can’t face them with new look.

Another resolution that I must add this year
 it is a priority. But it will put a lot of efforts and money, and patient and headache. I don’t know whether I must go to the same doctor or move to another doctor. Another dilemma ughh
 Crap! This is really pissing me off!

I sign off.

My Resolution in 2010

Have you ever found out that you think your life now is the life you always dream of and you say, it’s enough…  now,  I can think about settling down. But in a simple way, Bam!! You are wake up, and realized this is the life you never dream of and your dreams that forgotten back to you and now everything seems all wrong


And that’s what I felt right now
  After I had reunion with my friends, they are all talked about taking the master degree or scholarship study overseas. Well, I don’t too interest to go back in university but the urge of my dream is comeback to me.

My memories go back to about 1,5 years ago, in a restaurant in front of some new partners in my new work office. I remember when I introduced myself, I said with loud and clear about my dream.

“Cita-cita saya adalah keliling dunia, tapi karena belum kesampean sampe sekarang
 jadi saya mencurahkannya dengan berjam-jam melalang buana di dunia internet dimana saya juga bisa pergi kemanapun saya ingin sampai akhirnya saya jatuh cinta dengan dunia ini..”

And after 1,5 years later, it turns out not smooth as I was hoping for but i can keep up. Yes, I have many mistakes but also many lessons. No regrets but I don’t also feel I found my place.

Now, when my dream came back to me, I feel I should follow my passion right! I must wake up and put some action in to it. I don’t want to just let it flow
 I must make my choice. I think this is it. Maybe in years ago I have a lot of consideration.  But I think now  next year I must  start my step at to full fill my dreams.

When my boss says :” Go catch the snow
”  I feel like it is a sign from me. Yes, I want to see the world in any way, and that’s what I am gonna do. Heck if everybody found their love and prefer to be married. I do also, but not now, not if my mind still wandering about the world out there.

“I want to see snow..”

“I want celebrate Christmas in Christmas ambience just like in movie”

“I want to feel the trees turns to yellow
”

“I want to see green grass in a city and flowers blossoms..”

I want to experience everything
 and by GOD help me to fulfill my dream.

XOXO

Finally
 Menapak ke Luar Indonesia #2

Ada kejadian agak disesalkan.. karena gw sebenarnya ingin melihat Little India. Tapi karena waktu yang terhambat dan banyaknya tempat yang harus dikunjungi, Little India kami lewati..

Selama 3 hari 4 malam kami hampir selalu berjalan.. gosh! Bener2 suatu perbedaan drastis, karena di kantor, kami biasanya selalu duduk. Tapi ini benar2.. kaki rasanya mo copot. Dengan sepatu yang sebenarnya sudah nyaman, gw cukup terbantu.. namun karena panjangnya rute yang harus ditempuh, lecet pun tidak terelakkan. *sigh*

I Feel Christmas.. J

Seumur ini selama hidup di Indonesia, gw ga pernah benar2 merasakan ambience christmas di Jakarta Raya ini. Maksud gw, benar2 merasakan seperti di film-film natal, ketika kota berhias diri untuk menyambut Christmas. Well
 agak susah memang. Kecuali di mall besar, dan rumah-rumah yang merayakan, bisa dibilang saat Christmas ya gitu-gitu aja..

Nah, beda banget di Singapore ini. Gw benar-benar amazed dengan negara itu. Sepanjang jalan Orchard Road, jalan yang emang terkenal akan mall2nya, gw bener2 merasakan Christmas
bahwa sudah Desember, dan it’s Christmas. Setiap sisi jalan dihiasi lampu-lampu warna warni yang meriah, lampion-lampion, dan pohon-pohon natal di setiap sudut kota. Bahkan ada patung2 santa Claus dan Rudolf juga kereta salju yang penuh akan hadiah. Belum lagi mall-mall yang berhias secantik2nya untuk Christmas ini. Bener cantik dan Christmas time.. yang kurang menurut gw Cuma salju aja.

Finally
. Menapak ke Luar Indonesia.. #1

Pagi-pagi tgl 3 Desember jam 3 subuh gw terbangun dengan penuh kesadaran (agaknya memang tidak bisa tidur lelap juga). Setelah mimpi ketinggalan pesawat, yang gw alami kemarin malamnya, malam itu emang gw ga bisa tidur dengan tenang. Because im sooo excited..

Hari itu kantor akan outing ke Singapore. This is the first trip abroad actually.. and I sooo exciteedd.. yeay..!!

Setelah mengurus fiscal dll, kita masuk ke Bandara untuk take off.  Semuanya baru untuk gw.. suasana departure internasional , petugas imigrasi, semua gw lalap dengan memandang dan memperhatikan.

Ketika teman2 yang lain bersenda gurau, gw merasakan sensasi baru ini dengan diam.

Changi, It’s the most awesome airport..

Wooow
 finally, we landed in Changi airport. Kesan pertama gw buat airport milik negara tetangga ini adalah  WoooooooWWWW
 lots of “W” and “O”. Gw poto2 dulu pastinya di airport nan keren. Airport ini sudah mencerminkan gimana negara yang gw datangi ini. Modern, bersih dan tertib. Yup that’s it!

It’s Amazing Race

Oia, krn disana adalah dalam rangka outing kantor, jadi pihak kantor sudah menentukan beberapa tujuan yang “wajib” dikunjungi dalam bentuk permainan Amazing Race. That’s cool! Jadi tidak terlihat berbondong-bondong ke sini dan kesitu juga. Jadi satu kantor dibagi menjadi 4 kelompok dan yang berhasil sampai ke tempat2 yang ditentukan akan dikasih tambahan uang saku. Weessss
.

FYI, kelompok gw (kebetulan gw ditunjuk jadi ketua regu) ga menang.. kwaa kwaa
 what a heck!

Oia tempat-tempat yang menjadi tasks kita adalam Mint, Museum of Toys, Merlion, Singapore Zoo. Ada juga tempat-tempat yang menjadi tujuan kita adalah Science Centre,  China Town, Clarke Quay,Museum Desain Red Dot dan IKEA.

“Ant’s World”

Banyak banget tempat2 yang bisa jadi background poto2 hahaha
 it’s just too bad, kita ga ke Little India dan Bugis Junction. But cerita itu nanti saja. Amazing Race itu membuat kita harus pakai MRT dan Bus. Well
 namanya naik kereta sih bukan pertama buat gw, tapi turun ke bawah tanah, naik kereta bawah tanah yang super cepat dan nyaman, itu baru pengalaman baru. Stasioun MRT letaknya dibawah. Ada 3 level ke bawah.  Saat menuju MRT, gw bener2 takjub. Di bawah itu sebuah “kota” tersendiri. Semuanya terhubung dibawah.  Layaknya semut dengan kota bawah tanahnya, itulah kesan yang gw dapat di Singapore ini. Segala hiruk pikuk terjadi di bawah tanah. Ya emang sih diatas juga banyak orang. Tapi lebih crowded di bawah.

Found My McDreamy.. He's a Doughnout! (It's not final verdict yet..)

He’s My McDreamy..

Belakangan, i found my new real crush, seperti kecengan baru lah. Yup! Dia sebenarnya temannya teman gw yang memang baru dikenalin belum lama ini.  Well, it’s kinda proses ‘mak comblang’ tersirat yang dilakukan teman gw. Awalnya memang gw agak males dengan ‘kenalan-kenalan’ seperti ini, tapi hell.. what i got to lose for. So yes.. i took the offer.

And turned out, he’s well good looking guy. 🙂 sempat ragu, saat mendengar umurnya yang sudah mencapai pertengahan 30-an. Yah.. secara cowok-cowok jaman sekarang, umur segitu sudah bergaya seperti bapak2 jika mereka bekerja kantoran (kecuali kl mereka kerja di bidang industri kreatif). Tapi dugaan gw memang 180 % salah.

Tak ada tanda-tanda yang terlihat bahwa dia sudah berumur matang. Gayanya yang sangat kasual ternyata membuat dia tidak lebih muda dari gw yang memang masih 20-an. Hehe.. i admitted he’s cool. Belum lagi, dari penampilan fisiknya, .. kulit putih, badan well built  tegap dengan six pack (gw rasa dia punya six pack) dan sebuah tato yang keren, hihi.. he’s totally a mcdreamy …

Lalu, ada apa dengan DONAT?

Gw pernah membaca sebuah buku, pengarangnya menceritakan bahwa ada dua tipe laki-laki. Donat dan Muffin. DONAT, adalah tipe laki-laki yang memiliki penampilan fisik OK, laki-laki yang membuat kamu ngiler, laki-laki yang bisa membuat cewek-cewek saying “Awwww…. i wishh..” seperti penampilan di DONAT sendiri dengan toping yang sangat menggugah selera. Sedangkan MUFFIN adalah tipe laki-laki ‘boys next door’ . Mereka tidak terlalu mencolok secara penampilan fisik, tapi mereka memiliki kepribadian yang menarik dan tidak membosankan.

Laki-laki tipe DONAT hanya enak dinikmati dalam periode tertentu, you know.. hanya jangka pendek semata. Seperti kue DONAT sendiri yang memang hanya dinikmati hari itu. DONAT yang sudah ‘nginep’ 2 hari atau lebih mana enak, ya kan?! Nah, sebaliknya, MUFFIN justru enak jika didiamkan lebih lama. MUFFIN meski penampilannya terlihat biasa saja, namun memiliki rasa yang legit dan lebih enak karena flavour yang sudah bercampur dengan adonannya. Begitu juga laki-laki tipe MUFFIN ini.

Hanya saja, kadang kita lebih menginginkan DONAT, karena memang DONAT lebih menggiurkan, dan menggoda. Siapa sih yang tidak tergoda dengan DONAT yang beraneka rasa, apalagi ditaburi toping seperti keju, gula-gula, kacang dsb.

Well, cowok yang gw kenal ini memang seorang ‘Mcdreamy’, membuat ngiler gw deh pokoknya, dan saat ini sih gw pikir dia adalah DONAT. Hmm… tapi kemudian timbul pertanyan, apakah DONAT bisa menjadi MUFFIN? agak susah sih… tapi hei kemungkinan itu kan selalu ada, ya kan?!

Hhihihi.. gw ga keberatan kok makan DONAT terus, toh gw sedang tidak diet ini.. hahahaha..

My First International Interview..

me with The Ataris
me with The Ataris

Yup! Baru 2 hari eh 3 hari lalu, gw musti kudu melakukan interview dengan beberapa musisi mancanegara. Yeah.. meski ga seberapa terkenal (baru rilis 1 album) tapi hell yeah.. that’s something big for me!

Mereka RAYGUN, LENKA and THE ATARIS. Pertama kali denger nama mereka dan juga lagu-lagu mereka. Gilaaa.. apa yang harus gw tanya? begitu gw dapat tugas dari bos. Gw cuma punya waktu 1 hari untuk ngelist pertanyaan buat mereka. Pastinya gw juga harus browsing tentang mereka. Gosh.. bener-bener asal abis. Gw cuma berbekal beberapa pertanyaan dan lainnya bener-bener pertanyaan klise. “Seperti apa musik kalian? Musisi siapa yang mempengaruhi kalian? Inspirasi dari mana saja untuk membuat musik” aisshh.. serba standart. Saat itu berharap bisa menjadi sosok pengamat musik yang tahu perjalanan musik secara global. hehehe..

But, akhirnya percuma untuk mengarang-ngarang pertanyaan ketika waktu sudah mepet. Yang bisa gw lakukan cuma berdoa. HA! ternyata Tuhan emang baek banget. Bintang tamunya ramah banget, juga mau cerita banyak..sehingga gw tanya sedikit mereka sudah ngobrol ngalur-ngidul. Malah RAYGUN justru ngobrol sendiri..hihi they are all crazy. But anihow.. semua berjalan lancar..!! Puih.. *mengelap keringat di dahi* bahkan saat wawancara dengan THE ATARIS, gw bahkan ga bawa alat perekam. Bayangkan.. apa yang akan gw tulis adalah tergantung kemampuan otak gw merekam dan mengingat isi wawancara itu. Wes..wess..wess…wes…*speak in english* gitu deh..sok nginglish aja.. gramar bener2 tabrak lari.. peduli setan. Hahahaha… dan mereka ternyata sangat mengerti dan gak peduli amat.. wakakaka.. I love them. Meski gw ga terlalu fans, gara-gara wawancara itu, gw sedikit mengenal pribadi mereka dan jadi suka. Haha.. apa gw masih euphoria ya? bodo deh.. bahkan kalo gw denger-denger, lagu-lagu mereka enak juga.

Yang pasti ada 1 teman gw yang bakal sebel kalo gw berhasil wawancara sama THE ATARIS. kekeke..

Thanks to God! Semuanya lancar bener2 karena DIA..

DSC_6810