Surviving in the world of women…

woman wants to be center of attention
After experienced many things, I dare to say that it is hard to survive in the world of women.
What are you saying? – Some of you must be wondered. But I have my own story.
As long I can remember, when I read girls magazine, or women magazine, all the articles always told the same old philosophies. Like “just be yourself” or “Inner beauty is the truth beauty”, or “confidence will make your way” and many others advice that now more like sound a cliché in my ears.
Nevertheless, still outer beauty or looks is the very first people will acknowledge who we are. Well, I can say that people with good looking face more likely to have a job that people who just average. Or, women that have good looking face also more likely have asked to their phone number than they who just average. Or women with appearance like white, long hair, tall and slimming body more likely caused adoring eyes from men.
Yes, no wonder women very concern about their looks. The public demand them to always look good. Just look at all the media from advertising, magazine, television or even the simple thing social media, people or in this case women always have the ‘urge’ to look good. Why? Well, I realized me and my friends never want to put our ugly picture as profile image. Am I right?
Well, I believe beauty is in the eyes of beholder. Yes, that’s true. Beauty is very subjective yet ironically we can define what is ugly. Just like people humor about this “Cantik itu rata-rata tapi jelek itu mutlak”.  As for me, I do have feeling that I don’t want to be average woman especially don’t want to be called ugly.
So, I do whatever to look good. And yeah… I have dealing with the ‘looks’ problem since forever… *sigh* story of my life. And I have spent millions rupiah to have softer and healthy skin. I become the victim of advertising. Do this and that to fulfill the standard what is beautiful. No doubt to feel the pain to look more beautiful. Yep! Beauty is pain. Injection to stop the anti aging, peeling that burn your face, high killer heels to look more sexy or slimming, hair extension to have instant long hair, coloring hair. Or waxing to remove all unwanted hair. Pain yet we are want it.
It is really ‘To be or not to be’ as Shakespeare said in Hamlet. That’s all that matter. But it isn’t just to look beautiful in the public or opposite sex, but also want to be looks more beautiful in front of other women. *exhale* women are very competitive species. I become so aware of this because I am too  envy. She is sexier, she has bigger breasts, and many others that make me focus about outer look instead to what is in me.
I realize that and I try to eliminate that. But it is hard because we can’t just go to hell with appearance but how to make our self not to consume with outer beauty and start to explore the inner beauty.  Until now, I am still working to do that. And … yeah… tough competition and the fact that scale women than men is 4: 1, makes ‘this competition’ harder.

New Year… I Hate My Face

Argh …. I really don’t need these, any of these. Why me?? Why now?? This New Year is supposed to be supported with new face, NOT new acnes. I hate my skin. Already spend million for this face but it seems my face can’t go smooth. Ouww… what I should do. Now I will meet some of friends in this New Year, *sigh* and I can’t face them with new look.

Another resolution that I must add this year… it is a priority. But it will put a lot of efforts and money, and patient and headache. I don’t know whether I must go to the same doctor or move to another doctor. Another dilemma ughh… Crap! This is really pissing me off!

I sign off.

Being Cynical Person?

Ada sebuah perbicangan seru semalam antara aku dan sepupuku, Fina. Awalnya kami hanya membahas film Ayat-ayat Cinta. Menurut sepupupku itu, film itu sangat romantis dan membuat dia terenyuh hingga menangis. Menurutku film itu hanya semakin menjelaskan betapa cowok adalah mahluk visual.

“Coba kamu bayangin, kalau Aisha itu memiliki wajah seperti Omas, apakah Fahri tetap akan menikahinya?” tanyaku. “Well, gak tahu yaa….tapi’kan Fahri sudah tahu kalau Aisha itu baik, mereka bertemu di kereta dan menolong wartawan asing,” jawab my cousin. “Okelah… anggap saja, mereka secara tidak langsung sudah mengetahui kalau perempuan ini baik, tapi again, if Aisha memiliki wajah seperti Omas, aku yakin, Fahri tidak akan langsung menerimanya begitu saja, at least he will think about it first,..” ujarku yakin 100%. Aku semakin akan kesimpulanku pada kaum laki-laki.

Fina memandangku takjub, ia sedikit banyak sebenarnya setuju bahwa cowok adalah mahluk visual, karena dia bertanya kepada cowoknya, dan lagi-lagi aku benar.” Aku kaget ketika Adi bilang bahwa dia pertama lihat dari diriku adalah kecantikan, terus kedua adalah body. Aku sama sekali gak ngira,” ujarnya bercerita tentang pendapat pacarnya sendiri. Lucunya, sepupuku masih menganggap, kecantikan itu hanya kunci untuk membuat cowok itu tertarik berkenalan. Ibarat perempuan adalah rumah, being beautiful or attractive adalah kunci membuka rumah itu dan menengok ke dalamnya.

Kalau begitu, bagaimana dengan mereka yang tidak cantik? Cantik seperti apa yang membuat seseorang laki-laki ingin berkenalan? aku bertanya. “Lagi-lagi kita sampai pada kesimpulan bahwa cantik itu relatif, kan semua cowok punya standar cantik untuk perempuan berbeda-beda,” ujarnya lagi. “Mungkin, ada cowok yang menganggap Cinta Laura Khiel, atau Julie Estelle itu cantik, dengan darah indo mereka. Tapi ada juga cowok yang menganggap perempuan dengan mata belo, hidung pesek, kulit sawo matang dan bibir tebal lebih cantik,” ujar Fina. Aku setuju. Tapi kemudian aku memberikan sebuah contoh: “Okelah ada 2 cowok. Mereka harus memilih, antara aku dan dian sastro, kira-kira mana yang akan dipilih?” —- Sepupuku mebelakakan matanya. “Mereka pasti akan menoleh pada Dian Sastro atau sosok secantik dia. Tapi bisa jadi salah satunya menganggap kamu lebih cantik dari Dian Sastro,” ujarnya. Menurut kamu, apakah itu yang disebut pendapat bahwa cantik itu relatif? 1 cowok tersebut menganggap Dian Sastro cantik, 1 cowok menganggap aku lebih cantik. Naahh….aku tidak percaya.

Menurutku, laki-laki punya dua sisi. Pertama, mereka sebagai mahluk visual, kedua, mereka sebagai mahluk rasional. Kedua sisinya sangat bisa berubah porsi. Melihat contoh kasus diatas, kedua cowok itu sama. Satu orang hanya menjalankan perannya sebagai mahluk visual saat melihat Dian Sastro, cowok kedua menjalankan perannya sebagai mahluk rasional bahwa dia cukup sadar untuk mengukur dirinya kalau ia tidak mungkin bisa bersama Dian Sastro dan akhirnya memilih cewek yang tidak cantik, yang pasti tidak akan menolaknya. So, kesimpulannya adalah bukan berarti inner beauty yang menjadi daya tarik seorang gadis biasa, tapi perasaan takut ditolak yang membuat laki-laki memilih cewek yang kurang cantik.

Jika seorang cowok disodorkan 2 orang gadis dengan kepribadian yang sama, kepintaran yang sama, karakter mirip, sama-sama memiliki inner beauty baik. Hanya, mereka dibedakan pada ‘bungkusnya’. Satu secantik Dian Sastro, satu yah,…biasa-biasa saja. Mana yang akan dipilih cowok itu? Jawabannya pasti memilih cewek yang secantik Dian Sastro.

Sepupuku mengatakan aku sinis sekali terhadap laki-laki, dan berkali-kali ia mengingatkan bahwa tidak semua orang laki-laki seperti itu. Well, give me an example who’s not? Aku sinis terhadap laki-laki, karena slama hidupku, aku hanya menerima pengalaman seperti itu. Sepupuku terdiam. Dia tidak bisa menjawabnya. Sebuah pendapat dari seorang cowok mengatakan “Kecantikan seorang perempuan itu adalah faktor penting untuk membuat mereka jatuh cinta”. So? Apa artinya? Itu berarti, kecantikan adalah awal mula cinta itu berasal, looks really matters. Apakah itu artinya sinis? Aku tidak percaya bahwa cowok bisa melihat kelebihan si cewek tanpa dibungkus dengan lapisan luar cantik? Jika ada cowok yang seperti, aku ingin sekali bertemu dengannya.

Kalau gitu aku sampai pada sebuah pertanyaan, Apakah cewek cantik akan selalu mendapatkan the most eligible guy? Atau, pertanyaan yang lain adalah, apakah cewek yang biasa aja dapat memiliki laki-laki yang diinginkannya? Tentunya, lagi-lagi itu kembali pada permasalahan awal, apakah cewek biasa dapat menarik perhatian cowok tersebut jika untuk membuat mereka jatuh cinta adalah dengan memiliki tampilan yang cantik? Damn…mengapa dunia ini selalu mementingkan penampilan?