Reunion

krucil Jumat sore pk. 16.00. Sebenarnya gw sudah gak konsen untuk kerja. Ho..ho.. bukankah sesuatu yang biasa? Pastinya yang merasa seperti ini bukan cuma gw aja. Ha! Friday, c’mon.. ini adalah harinya malas bekerja! haha.. begitu status temanku di twitternya.

Akhirnya niat kuat terkalahkan dengan kemalasan :p (sorry bos), gw bergegas pergi meninggalkan area Grand Wijaya Center menuju Senayan City.

That’s a life from a girl in big city. Friday night, whooozzz… gone to mall asap! Hehehe…  Selama di perjalanan menuju venue, gw mengingat ke belakang tentang teman2 yang akan gw temui. It’s just 4 of us, and yet, i was excited. Yup! Kami memang punya memory sendiri-sendiri. Setelah beberapa tahun sibuk dengan kesibukan masing-masing, baru kali ini kami bisa ketemu lagi. What a life! padahal kami semua tinggal di Jakarta.

Setelah tanya sana-sini, akhirnya ketemu juga venue meeting point kami. Achh… itu mereka! Betapa mereka tidak berubah! Padahal 2 diantaranya sudah punya anak! Oww… i realize i miss them so much. Yup! When we are together, as if we are always together, you know? Seperti kami selalu bertemu setiap hari, padahal yah.. ini sudah beberapa tahun lewat!

Ah.. Bebek, Nci dan Teteh.. kalian sama sekali tidak berubah. Saat kita semua berkumpul, rasanya kita seperti zaman dulu, saat bolos bareng dari kantor, mencoba mengkadali atasan. Betapa tahun-tahun sudah berlalu..

Reuni semalam membuat saya terpikir dengan reuni yang lain. Sabtu ini justru akan ada big reunion dari SMA gw. Entah kenapa, gw justru merasa enggan datang. Males datang karena belum ada perubahan nasib? belum ada sesuatu yang bisa dibanggakan? Walau bukan itu alasannya.. tapi bukankah akan keliatan keren ketika datang reuni akbar, jreng..jreng.. teman-teman akan melihat sesuatu yang berbeda. (pengennya sih begitu)

Tapi gw lebih berpikir, apakah teman2 gw dulu mengingat gw? Masa SMA dan SMP gw bukanlah masa terbaik gw. Gw termasuk dalam kumpulan orang yang biasa. You know… avarage in everything, beauty, brain, and behaviour. No one will remember me because avarage is avarage, nothing special. Jadi, gw pikir buat apa ikut reuni akbar ntar malam.

Jadi, gw memutuskan tidak ikut. Disamping hal-hal teknis lainnya. Apakah gw beranggapan buruk kalo reuni akbar lebih berupa ajang pamer? ajang loe datang sama sapa? lebih berupa how success your life is? Well… isnt it?

Reuni memang sangat menyenangkan jika kumpulannya adalah orang-orang yang memang kita kenal dan sosok yang akrab. Itu akan jadi sebuah acara yang menyenangkan. Tapi jika terlalu besar pun, akhirnya hanya akan jadi acara biasa, ngobrol basa-basi tanpa arah. Well… say im skeptical person. But, i preffer reunion with friends that i know so well.. wouldnt you too?

Antara aku, Harry Potter dan XXI (Ampuuuun…dehh!!)

harpot-6
www.imdb.com

“Yes! Harry Potter ke-6 dah keluar…hayukk kapan nonton?” ajakku ke teman-teman melalui sms.
Tanpa menunggu balasan panjang, teman menyanggupi.

Tak habis pikir kenapa Harry Potter sangat-sangat mendunia. I mean BIG! Ibu saya sendiri gak ngerti kenapa saya yang sudah berumur ini pun masih suka nonton HP. Well… itu pertanyaan gak penting dan gak harus dijawab. Aniweiii.. semua orang suka HP.

Berbeda dengan Doraemon , which is Nobita tidak pernah naik-naik kelas.. sejak saya kelas 4 sampai saya bekerja pun tetap kelas 4 SD. Harry Potter tidaklah demikian. Film ini benar-benar mengikuti perkembngan usia.

Aniwei.. saat saya nonton kemarin, kejadiannya tidak seperti yang saya harapkan. Ada dua hal yang saya note.

  • Penonton cilik.

Oke, banyak penonton ABG, tapi banyak juga penonton cilik. Yang saya maksud adalah anak-anak, dari umur 5 – <10.
Saya semakin berpikir, apakah saya tidak salah nonton nih?

Menurut saya Harry Potter bukan lagi film segala umur. No! Seiring dengan bertambahnya umur Harry, permasalahan tidak sekedar ‘wingardium Leviosa” lagi. Segala adegan ciuman dan sedikit kekerasan pun tampak disana. Do those Kids even allow to watch that? Okay.. mereka memang bersama orangtua, tapi tetap saja, apakah orang tua juga sempat menjelaskan maksud-maksud dari setiap adegan?

Apa yang terjadi? Apakah batas-batas itu sudah mulai bias? Dulu, waktu saya masih kecil, film2 yang boleh saya lihat sebatas kartun, dan serial TV full house or Alf dan film binatang. Sekarang, batas film anak-anak pun tidak jelas. Ataukan memang sekarang anak-anak dibawah 10 tahun boleh menonton film yang harusnya diperuntukkan untuk 13 tahun ke atas? What happened? is this real or just me??

Apakah sekrang XXI merangkap restoran?
Ketika orang pergi ke bioskop, mereka ingin mendapatkan experience layar lebar sehingga kita bisa berkata: “Wooooooowwww…!!”. Tentunya tanpa ada suara atau gangguan yang menghalang kita.
Sekarang.. disaat semua lampu sudah redup,atmosphere sudah siap, dan Film sudah dimulai..tiba-tiba dari barisan tak jauh dari saya duduk, seorang bapak berteriak;” Mbak..pesan cocacola nya satu yaa..”.
kepada mbak-mbak 21 yang sedang lewat. “WHAAAATT…….?!?!?!” – mood saya langsung BT.
Saya pikir mbak-mbak itu akan mendamprat bapak itu, tapi ia hanya menggannguk dan keluar dan kembali membawa coca cola. “OH MY GOOOODDD….!!” Please deh om… kenapa gak sekalian pesen Mie ayam??

Apa-apan ini??? Apakah maksudnya 21 ingin meningkatan pelayanan dengan menambah service delivery ke dalam bioskop? Pleaseee… kita hanya duduk max 3 jam, gak perlu bawa makanan yang super banyak kaya mo piknik. Namanya orang indonesia yang emang latahan, setelah bapak itu diantarkan pesanannya, ada orang lain yang juga memesan. Arrghhh………..!!! Alhasil, saya yang kebetulan dapat duduk dekat akses jalan, menonton dengan sangat tidak nyaman karena .. KEPALA-KEPALA itu selalu berseliweran di depan saya.!!!! Benar-benar buruk!!!

Belum lagi, anak-anak kecil yang bolak balik ke kamar mandi. Belum lagi ABG yang lupa mematikann HP nya, belum lagi bapak-bapak yang seliweran karena tidak lewat mana untuk ke toilet! Give me a breaakk wil you!!… Jika memang ingin santai sambil makan, please.. take the premiere class, so you are not bothering someone else!.. GOSSSHH!!!..

envy? no.. i'm just human!

“Why she is so happy? why she is so lucky? What she has that i dont? No, she’s not preety, just have a fairer skin” 

envy - gettyimages

 Bukankah semua pernah merasakan seperti itu atau perasaan serupa? Okay, silahkan tanyakan diri sendiri, gw tidak akan menjudge klian. Gw hanya ingin menganalisa perasaan yang sedang gw rasakan saat ini. Yup! Entah kenapa, gw 

merasa envy kepada beberapa orang akhir-akhir ini. Envy ketika mereka bisa berkata “I’m happy” karena gw gak sendiri tidak mampu mengucapkan itu.  

Lucunya, envy itu mampu membuat gw menjadi orang yang bukan diri gw sebenarnya. Membuat gw lupa bahwa mungkin sebenarnya dengan kondisi gw, gw punya lebih dari 1 alasalan untuk berkata “Im happy”. What a pity? Sering 

juga envy membuat gw menutup mata dengan kenyataan yang ada. Tidak objectif. 

Contoh deh: Sebagai cewek yang bukan termasuk cantik sesuai deskripsi umum cantik (tinggi, putih, dan berambut panjang, juga kurus) agak sulit mengakui seorang cewek itu cantik. Alih-alih mengakui dengan gamblang, gw menolak dengan alasan, “Terlalu kurus, modal putih aja, biasa aja, putihnya gak asli, alisnya palsu” dan alasan-alasan lain. Namun sebenarnya, itu berasal dari ketidakmampuan gw memiliki itu semua. 

Well, as i quote from i forgot who,  “To make yourself look good, you have to make others look bad” sometime we do that kind a thing right!. Seakan-akan tidak mungkin orang bisa sesempurna itu. Iyalah, kita langsung mencari cela dari orang itu. Tapi selain memunculkan sisi gelap seseorang, envy bisa memunculkan rasa kompetitif seseorang.  Guys, you must know, girls are very competitive human being. Misalnya: kita lihat seseorang punya tubuh lebih kecil, jika tidak puas dengan diri kita, kita rela lho gak makan dan sengsara demi bisa punya tubuh lebih ok dari orang yang kita lihat.  Okay mungkin gak semua, tapi slight thought pasti pernah terlintas.

Tapi bagaimana jika orang itu sengaja melakukannya agar kita iri? Nah, itu yang paling menyebalkan. Segala sesuatu yang dia perlihatkan sudah bernilai negatif deh di mata gw. Lalu, hasilnya, gw justru semakin rendah dan merendahkan dia. Really sucks! I cant help it if i did something awfull to her. 

Dan sekarang gw masih merasakannya, gak tau mpe kapan selesai, mungkin belum selesai sampai gw mendapatkan alasan why?! dosa? sapa yang bilang bukan? gw sangat tahu itu dosa, but hey.. im just human!

"Aduuh…mpok.. please deh"

jeans1Pernah merasa sebel sama orang, ingin ngelabrak, tapi terikat dengan sopan santun dan saling hormat menghormati antara rukun tetangga. Well.. yup! Ini permasalahan gw dengan tukang cuci di rumah. Sebut saja dia, Mpok H.
Sebenarnya, gw gak pernah ada masalah dengan Mpok H. Baju gw yang kelunturan pun gw cukup berbesar hati untuk tidak membahasnya lebih lanjut, lagi pula toh hanya baju, dan bisa beli lagi. Begitu pikir gw.

Setelah kelunturan, sebuah celana gw ‘gak balik’ setelah dimasukkan ke cucian. Pikir gw…”ah masih dicuci mungkin dan belum kering” jadi gw tidak terlalu memperdulikannya. Dan gw melupakan celana itu untuk beberapa lama sampai akhirnya gw ingin pakai dan tidak menemukannya. Wakkss??!! kemana celana itu, waktu 2 minggu adalah waktu yang sangat keterlaluan untuk cucian yang belum kering. Akhirnya karena kesibukkan gw yang sangat menyita waktu, gw minta tolong nyokap untuk menanyakannya ke Mpok H. Nyokap mengatakan bahwa Mpok H bilang “tidak ada”. Ah.. sebuah jawaban yang sangat tidak perhatian. Logika gw langsung mengambil alih.. gw mengemukakan itu sangat tidak mungkin terjadi. Celana itu masuk ke keranjang cucian, ia membawanya dan ia mencucinya seharusnya ada di keranjang ketika cucian itu kering. Oke lah.. gw mencoba membiarkannya. Mungkin saja ada maling jemuran yang iseng mengambil celana pendek gw.

Namun, sepertinya kesabaran gw habis. Ini karena masalah Jins. Yeahh.. ini memang sepele. Sebuah celana Jeans. Tapi jika gw bilang itu jins kesayangan gw, apakah itu cukup memberikan alasan kenapa gw sangat mempermasalahkannya? Nah, seperti sebelumnya, jins itu gak balik di keranjangan yang berisi cucian bersih. (yang seharusnya jins itu ada didalamnya). Gw mencoba bersabar, mungkiin terselip di lemari yang lain. Yah.. itu bisa saja, karena sudah pernah terjadi beberapa kali. Jadi, gw pikir paling terselip. Lalu gw memakai jins yang ada. Namun, suatu ketika gw sedang ingin pakai jeans itu, dan mencarinya ke seluruh lemari, ternyata jeans itu tidak ada! Gw mencari dan mencari.. jeans itu bener2 gak ada. Akhirnya, gw minta tolong nyokap untuk menanyakan ke Mpok H. Dan seperti yang sebelumnya, Mpok H mengatakan “Gak ada”. Lucunya, dia malah menyuruh nyokap gw memeriksa lagi lemari2 pakaian kami. Hey.. bukannya seharusnya dia yang seharusnya mengecek lagi di rumahnya. (Oia, dia mencuci di rumahnya).

Oke, gw cukup mendiamkan masalah ini beberapa hari, sampai akhirnya hari ini gw gak tahan, karena celana itu (sudah cukup lama) tidak terlihat-lihat juga. Nyokap meminta gw mendatangi rumah Mpok H dan menanyakan langsung. Hmm.. sepertinya gw harus turun tangan langsung. Tapi gw minta nyokap menemani, karena gw gak mau kehilangan kendali di sana. Yah.. karena gw udah kesel banget.. kerja kok gak proffesional banget. (hey… profesional kan bukan hanya untuk mereka yang bekerja di kantoran. Ketika dia dibayar, detik itu dia harus profesional).

Akhirnya gw mendatangi rumahnya dan menanyakan langsung kepada si Mpok H. Seperti yang sudah gw duga, Mpok H hanya mengatakan “tidak ada” atau “Sudah dicari juga.. di obrak abrik segala” sampai akhirnya dia mengeluarkan pernyataan “Itu kan yang ada penitinya, saya udah lama juga gak nyuci itu”. Well.. skak! Jeans gw jelas gak berpeniti dan gw tidak menyebut nyebut peniti di awal ketika mendeskripsikan jeans yang ‘hilang’. “Gak berpeniti mpok.. itu jeans bagus. Warna hitam gak ada peniti atau apapun” jawab gw. Terus gw mencecar dia dengan halus..sedikit dan meminta atau lebih tepatnya menyuruh dia untuk mengecek sekali lagi ke lemarinya, hanya untuk berjaga2 ada yang nyelip.

Setelah kembali ke rumah, kira2 10 menit kemudian, ada seseorang yang memanggil di luar. Eh eh… itu ternyata si Mpok H. Dia membawa jeans hitam gw.. iyaa !! jeans hitam gw. Dia bilang itu ada dikamar cucunya, ibunya yang tukang nyetrika mengira itu jeans anaknya.. HAH! yang benar saja.. apakah ibunya tidak hapal baju anak2nya sendiri?? Terus terang di benak gw sudah terbentuk sebuah opini tentang mereka dan membuat note di pikiran gw. Namun disatu pihak, gw cukup salut, karena si Mpok H cukup sportif mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada kami. Oalaahh Mpookk please deh.. next time kalo nyuci tolong dipisah mana baju orang dan baju sendiri.

Setelah memasukkan jeans kesayangan gw ke lemari, gw mendengarkan IL DIVO untuk menurunkan emosi gw tadi. Gw jadi berpikir, apakah gw masih bisa memberikan kepercayaan yang sama besarnya kepada Mpok H?
Nyokap usul, untuk baju-baju yang cukup berharga, gw disuruh laundry saja. Yang benar saja.. gw sudah tidak membenani Mpok H untuk mencuci pakaian dalam gw, sekarang, jins2 masuk laundry, terus, selanjutnya apa, baju kerja? baju ke gereja? lalu dia nyuci apaa??? Apa gunanya dia dibayar untuk nyuci kl gw juga harus kirim cucian ke laundry?? Aduuuhh…Mpok.. please deh…!!!

Terus, nasib celana pendek gw gimana???

Me and My "can't stop talking" Mouth

If someone ask you ” what symptom that shows when you are nervous?” . Haha! Jawaban yang paling biasa adalah sakit perut. Well.. itu juga gw merasakan. Tapi itu bisa gw atasi daripada yang ini.  Sebenarnya gejala ini sudah gw rasakan lama, tapi gw belum yakin benar sampai pada hari Jumat terkutuk kemarin itu.

Iya, ceritanya gw diminta untuk presentasi atas proposal yang sudah gw buat oleh bos. Tentu dong, gw persiapkan bahan presentasi dan point-point yang sudah gw buat dalam bentuk key card dan siap diprint. Ini lebih kepada contekan gw sih supaya gw tau step2nya. Nah..disaat gw sedang menenangkan diri di taksi bersama bos gw, tiba-tiba dia ngomong ke gw, ” Oia stef, nanti presentasi nya in english yaa..” dengan senyum manis seperti bapak guru memberi tau kepada anak2 muridnya  ‘Oia anak-anak, besok kita pake seragam yaa..” . Yeah right boss… just the heck of time.  

Pendek cerita, gw lupa ngeprint contekan gw, kedua, im shinking ship when present to my clients. Well, my boss wise enough to help me to explain about it. But still.. the beginning, i was bubbling absurd until my brain said.. “what am i talking about? Me, my self dont understand what my mouth was bubbling about..and how come my client understand?” Craapp!! Crapp!! 

Mulai dari situ, gw ngerti..im bubbling. Yup! Mulut gw akan bubbling, keluar kata-kata tak beraturan jika nervous..oh crap! (again) this is gonna be disaster. So, lucky me.. the clients understand enough about our plan, and they expect us to make revise for proposal and make anothere complete presentation. Well, this time i wont do the same mistakes. Ill have my key card, and present well. (jaga-jaga aja kalo disuruh lagi – kl gak sih, yah syukur sih :p). 

Hehe.. so, after i know my weakness about nervous thing, i have prepare my self untuk mengatasi ini. 

Jadi, langkah-langkah pencegahan mulut gw bakal bubbling lagi adalah: 

1. Buat key card yang mau gw bicarain dan step-step urutannya. Kalo perlu apa yang mau elo omongin ditulis. pokoknya sama kaya key card MC deh.

2. Mempelajari bahan dengan baik. Baca 1 minggu sebelumnya, kuasai setiap slidenya, bahkan slide yang isinya cuma thank you aja. 

3. Latian depan cermin. kl loe masih mikir mo ngomong apa dan akhirnya ribet sendiri sama kata2 yang mo lo omongin, berarti you are desperetely need key cards

4. Siapin bahasa Inggris lo. You never knew something may come up …

5. Berdoa..

6. Pasrah..

7. Coba lagi..coba lagi,..coba lagi… 

8. Jangan lupa minum pil pede

9. Beauty sleep. jangan tidur kemaleman.. pastikan kondisi elo gak ngantuk  saat presentasi ke client.

10. Kalau semua ini masih kacau juga.. hehe..terima aja nasih klo lo bukan a good communicator. At least for now.. no one be expert in instant. Right!

Cao!

Ternyata bukan sembarang artist

gw nulis judul itu setelah mengetahui Christian Sugiono seorang blogger juga, dan bahkan menghadiri WordPress camp indo yang didatangi sama Matt Wullenberg.. iya the Ma.tt Wullenberg yang itu. Kesan pertama gw.. ternyata dia suka jg hal begini (baca: blogging). Sori menyori aja, karena gw sangat shallow untuk melihat kapabilitas selebritis indonesia sekarang ini lebiih dari sekedar pacaran, kawin, cerai sama nikah siri. Soalnya beritanya ituuu mulu, jadi anggapan gw, yah bisanya selebritis indonesia apa sih?!

Nah, sekonyong-konyong gw melihat foto christian di blog-nya Ma.tt dan akhirnya gw iseng mencoba mencari blog-nya. Dan yaa… ternyata selebritis satu ini membuktikan kalo dia bukan seperti artist -artist yang sudah menjamur banget bak kacang goreng kl ada lancar tancep.  Hampir semua postingannya gw baca dan yah.. secara tulisan, alur menulis, sangat terstruktur. Hell yeah, he must! Secara ia mengeyam pendidikan (dan bukan sembarang pendidikan) and gw tahu he is a smart guy..(gw satu smp sama dia). 

Namun, yang buat gw salut, di sela-sela waktunya yang super duper sibuk, dia masih sempet nulis dan menyempatkan mengecek statistik blog nya.. ha! ini dia yang gw salut dari cowok ini. Padahal kl mau, he can ask a assistsnt to do this job. Lebih dari itu, kebiasaan christian blogging membuka gw malu sendiri. Gw yang punya blog di mana-mana jarang banget nulis, even something shallow talk. 

Jadi, entah kenapa christian memotivasi gw untuk sering menulis di blog. Tentang apapun dan mengenai apapun. Haha lucu juga.. tapi ini mungkin motivasi yang gw cari untuk mendorong gw lebih sering blogging. *sigh* secara gw juga mikirin tentang rencana kerja 2009 adalah mempersering menulis  blog. 

Sooo…. thank you christian, you ve moved me! You lift up my spirit to write! Sebagai rasa terima kasih, nama loe, gw link-in ke official blog loe deeh..kassiiiiiihhh daaahhhh…!! hehhe 

later..

xoxo

StarsTruck…

Gila deh sejak jaman ABG gue belum pernah histeris liat selebritis Indonesia. Man.. menurut gue biasa aja. Apa yang harus dihebohin? kecuali gue ketemu sama Adam Levine,.. hehehe Tapi, kemaren waktu di Citos, gue liat Christian Sugiyono (sama tikam, huh..) and then suddenlly i have this urge to scream his name. Huahahaha.. aneh banget gak sih? Itu bukan pertama kalinya gue liat Christian Sugiyono. Tapi, gue langsung kesemsem berat abiiisss… gila.. tuh cowok cakep banget sih! I mean.. gue menutup mata ke semua selebritis indonesia yang berjenis kelamin laki-laki. Dan bagi gue, si Sugiyono ini paling cakep, keren, stylish, semua deh.. dia menjadi cowok ideman gue. Gilaa gak! Gue nonton acara yang dia ada sebagai bintang tamu juga begitu.. teriak-teriak sendiri, padahal cuma di tipi.

Sebel banget deh, kenapa juga sama Tikam? emang apa bagusnya dia sih? kecuali bodi seksi, gak mungkin si Sugi ini paling cuma kesemsem sama body doang, dangkal banget! Emang gue kurang apa? Tampang gue juga indonesia, rambut panjang, emang sih gak setinggi tikam, tapikan kalo dikasih perawatan salon keren tiao hari, gue juga bakal mulus.. hahahaha.. Dasar fans! Bawaannya sirik banget gak sih! Tapi bener deh… gue bingung, kenapa juga baru sekarang2 yah,.. gak dari dulu kena startstruck? Hihih aneh  banget. Man.. mungkin dia versi Indonesia-nya Adam Levine. Huehuehue.. gilaa jangan ngemeng Adam Levine lagi.

Sejak maroon 5 keluarin single ‘This Love’ gue dah menggilai cowok dengan suara cit-cit ini. Gak tahu juga, cuma dia kereen banget! Sumpah, segala pose keren, dari model brewok, lusuh, gondrong, kaosan, jas, gilaaa ini cowok is the handsome man in the world banget deh bagi gue. Badan meski gak gede atau muscular, tapi liat dan kencang.. huaaa.. kereeen banget! Kalo aja dia kesini, gue bakal norak abis deh…malu ama umur bodo amat deh! Huahauhahahaha…. gilaa yah! Kemana aja gue pas ABG? Seharusnya ini terjadi pas gue ABG? aneh…

Adam, Christian, love you so muaaacchhhh…..

Dress Code Ketika Malas…

Gals… elo pasti pernah merasa sangat maleessss, saat elo males ngapa-ngapain… bahkan males mandi (upss itu  gue) dan tidak memperdulikan penampilan. Padahal buat cewek apalagi masih single, pantang ceritanya kalo lusuh.

Gue pernah! Jika britney mengandalkan mengandalkan rambut yang diuntel-untel dan kaca muka, kalo gue hanya mengenakan celana sedengkul, t-shirt rumah dan sendal untuk berangkat ke kantor… tentunya dengan rambut yang uwel-uwelan dan muka tanpa bedak dan lipgloss…

Parahnya, pulangnya gue diajak ‘maksa’ sama temen gue nemenin dia ke mall…hueheuhe…hasilnya, gue bener-bener kaya orang bangun tidur yang dipaksa jalan ke mall… sangat teramat bukan seorang wartawan lifestyle..huahauhauhau..

Mungkin kalo ditambah kaca muka, gue bisa jadi kaya britney spears… maybe….hehe. Elo sendiri penah merasa malas seperti gue saat pergi ke kantor? trus apa dress code elo?

Being Cynical Person?

Ada sebuah perbicangan seru semalam antara aku dan sepupuku, Fina. Awalnya kami hanya membahas film Ayat-ayat Cinta. Menurut sepupupku itu, film itu sangat romantis dan membuat dia terenyuh hingga menangis. Menurutku film itu hanya semakin menjelaskan betapa cowok adalah mahluk visual.

“Coba kamu bayangin, kalau Aisha itu memiliki wajah seperti Omas, apakah Fahri tetap akan menikahinya?” tanyaku. “Well, gak tahu yaa….tapi’kan Fahri sudah tahu kalau Aisha itu baik, mereka bertemu di kereta dan menolong wartawan asing,” jawab my cousin. “Okelah… anggap saja, mereka secara tidak langsung sudah mengetahui kalau perempuan ini baik, tapi again, if Aisha memiliki wajah seperti Omas, aku yakin, Fahri tidak akan langsung menerimanya begitu saja, at least he will think about it first,..” ujarku yakin 100%. Aku semakin akan kesimpulanku pada kaum laki-laki.

Fina memandangku takjub, ia sedikit banyak sebenarnya setuju bahwa cowok adalah mahluk visual, karena dia bertanya kepada cowoknya, dan lagi-lagi aku benar.” Aku kaget ketika Adi bilang bahwa dia pertama lihat dari diriku adalah kecantikan, terus kedua adalah body. Aku sama sekali gak ngira,” ujarnya bercerita tentang pendapat pacarnya sendiri. Lucunya, sepupuku masih menganggap, kecantikan itu hanya kunci untuk membuat cowok itu tertarik berkenalan. Ibarat perempuan adalah rumah, being beautiful or attractive adalah kunci membuka rumah itu dan menengok ke dalamnya.

Kalau begitu, bagaimana dengan mereka yang tidak cantik? Cantik seperti apa yang membuat seseorang laki-laki ingin berkenalan? aku bertanya. “Lagi-lagi kita sampai pada kesimpulan bahwa cantik itu relatif, kan semua cowok punya standar cantik untuk perempuan berbeda-beda,” ujarnya lagi. “Mungkin, ada cowok yang menganggap Cinta Laura Khiel, atau Julie Estelle itu cantik, dengan darah indo mereka. Tapi ada juga cowok yang menganggap perempuan dengan mata belo, hidung pesek, kulit sawo matang dan bibir tebal lebih cantik,” ujar Fina. Aku setuju. Tapi kemudian aku memberikan sebuah contoh: “Okelah ada 2 cowok. Mereka harus memilih, antara aku dan dian sastro, kira-kira mana yang akan dipilih?” —- Sepupuku mebelakakan matanya. “Mereka pasti akan menoleh pada Dian Sastro atau sosok secantik dia. Tapi bisa jadi salah satunya menganggap kamu lebih cantik dari Dian Sastro,” ujarnya. Menurut kamu, apakah itu yang disebut pendapat bahwa cantik itu relatif? 1 cowok tersebut menganggap Dian Sastro cantik, 1 cowok menganggap aku lebih cantik. Naahh….aku tidak percaya.

Menurutku, laki-laki punya dua sisi. Pertama, mereka sebagai mahluk visual, kedua, mereka sebagai mahluk rasional. Kedua sisinya sangat bisa berubah porsi. Melihat contoh kasus diatas, kedua cowok itu sama. Satu orang hanya menjalankan perannya sebagai mahluk visual saat melihat Dian Sastro, cowok kedua menjalankan perannya sebagai mahluk rasional bahwa dia cukup sadar untuk mengukur dirinya kalau ia tidak mungkin bisa bersama Dian Sastro dan akhirnya memilih cewek yang tidak cantik, yang pasti tidak akan menolaknya. So, kesimpulannya adalah bukan berarti inner beauty yang menjadi daya tarik seorang gadis biasa, tapi perasaan takut ditolak yang membuat laki-laki memilih cewek yang kurang cantik.

Jika seorang cowok disodorkan 2 orang gadis dengan kepribadian yang sama, kepintaran yang sama, karakter mirip, sama-sama memiliki inner beauty baik. Hanya, mereka dibedakan pada ‘bungkusnya’. Satu secantik Dian Sastro, satu yah,…biasa-biasa saja. Mana yang akan dipilih cowok itu? Jawabannya pasti memilih cewek yang secantik Dian Sastro.

Sepupuku mengatakan aku sinis sekali terhadap laki-laki, dan berkali-kali ia mengingatkan bahwa tidak semua orang laki-laki seperti itu. Well, give me an example who’s not? Aku sinis terhadap laki-laki, karena slama hidupku, aku hanya menerima pengalaman seperti itu. Sepupuku terdiam. Dia tidak bisa menjawabnya. Sebuah pendapat dari seorang cowok mengatakan “Kecantikan seorang perempuan itu adalah faktor penting untuk membuat mereka jatuh cinta”. So? Apa artinya? Itu berarti, kecantikan adalah awal mula cinta itu berasal, looks really matters. Apakah itu artinya sinis? Aku tidak percaya bahwa cowok bisa melihat kelebihan si cewek tanpa dibungkus dengan lapisan luar cantik? Jika ada cowok yang seperti, aku ingin sekali bertemu dengannya.

Kalau gitu aku sampai pada sebuah pertanyaan, Apakah cewek cantik akan selalu mendapatkan the most eligible guy? Atau, pertanyaan yang lain adalah, apakah cewek yang biasa aja dapat memiliki laki-laki yang diinginkannya? Tentunya, lagi-lagi itu kembali pada permasalahan awal, apakah cewek biasa dapat menarik perhatian cowok tersebut jika untuk membuat mereka jatuh cinta adalah dengan memiliki tampilan yang cantik? Damn…mengapa dunia ini selalu mementingkan penampilan?