Dream Hope Come True

I never want something like I want this.  Even though I already had this dream a long-long time ago, but I keep say it to myself…, it’s just imagination. It’s just a dream that should be only dream.  So, I start to forget my dream and come back to reality.

And then I live day by day, month by month, year by year … facing the reality life had take me.  Once in a while the dream came to me. Took me out from reality, and I was happy.  But it is never more than that.

When I lonely, feel stuck with my life, I open my Pandora box, and I dream that I live in my dream life. And that moment I feel light, happy, even just for a while.

Then, my friend suddenly flew away and reaching her dreams…, and I just amazed. How she dare to throw away everything she has achieved to pursue her dream. I know it didn’t easy, but somehow, she can manage to do that and survive.

And lately… open the Pandora box doesn’t satisfy me again. I am starting feel empty but at the same time I feel the urged to make it come true.

Finally I figured out that I must brave to make a decision. To make my dream just a dream or make it dream come true.  Yes! Finally I start to make steps I have reach to my dream come true.

Step by step…yes, it’s a long steps but I must keep trying, I just must make my dream come true or die trying.

You know what my dreams?

Maybe it looks don’t matter, but I always picture myself to sit at a bench or on the ground  and stare at this view.

Looking at those I will feel so much contentment in my soul. And I’ll be satisfied and that is when I can say ‘That moment is my now’.

source: gettyimages.com
source : gettyimages.com
source: gettyimages.com
source: gettyimages.com
source: gettyimages.com
source: gettyimages.com

Watching those place and dreaming to live or spend my life in those places is my dream. I make this post so i keep remember my dream and when i lose hope, i can back strong again.

I know it doesn’t easy. I have never had the easy way to get what i want, but it is my life, not others, and i must live with it. I just hope GOD give me a strong will to make it happen,

Amen!

xxoo 😉

Pria Masa Lalu

Membuka file lama di notebook ku dan menemukan beberapa tulisan ‘curhat’ yang aku tulis saat patah hati. Entah kenapa ya, patah hati kok membuat gue sangat kreatif.

Ketika baca, reaksiku adalah..wooow…wooww… ternyata aku cukup pathetic saat sedang mellow. Paraah.. mengingat belakangan aku melihat temanku yang sedang mengalami keruwetan dalam asmara, aku bisa bilang aku juga paraah kl bicara lagi patah hati. hahaha.. thanks god, curhatan itu tidak ku kirimkan ke orangnya. Karena bisa-bisa dia GR bukan main.

Lucu banget sih kl dibaca yaa…soalnya aku melakukan semua yang aku nasehatkan kepada temenku yang tidak boleh dilakukaan. Pada intinya, sepertinya diriku saat itu bener2 buta sama cinta atau lust? atau hanya kesepian? hell..

Benar-benar geli sendiri.. tapi sekarang aku bisa menjawab dari segala curhatan pathetic aku itu.. yup! Aku ternyata kuat! Aku bisa kembali pulih, ceria dan bahkan sudah mengenyahkan dia selamanya dari hidupku. Lho..yup! karena orang itu pernah menghubungi aku lagi setelah berapa tahun itu menghilang. Tentu saja aku jawab seadanya dan aku kasih tekanan bahwa aku bukan cewek yang sama dan aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama 2 kali.

Dan, 3 kali telpon, 2 kali aku jawab, dia tidak pernah menghubungi aku lagi… well done! Biarkan laki-laki itu sadar bahwa aku bisa bangkit dari rasa sakit hati, dan aku sudah belajar dari kesalahan. Yup! He’s not worth it and i knew now, ill get a great man for my self, greater than him.

Ini jadi pembelajaran buat aku juga, bahwa apapun kekecewaan yang aku alami, ternyata aku bisa bangkit dan kembali ceria dan bahagia. Terima Kasih Tuhan!

The Art of 'Kerokan'

Gw ga pernah tau kl hal yang simpel aja ada aturannya.

Malam ini gw diminta untuk mengeroki bapak yang lagi sakit masuk angin. Mengeroki dari kata dasar kerokan (gak tau apakah ini sudah masuk ke kamus besar bahasa Indonesia), adalah aktivitas dengan mengosok kulit yang sebelumnya diolesi oleh balsem dengan uang logam atau sesuatu yang berbentuk bundar dan dari logam. Nah, konon orang dulu percaya bahwa dengan kerokan akan membuang angin dalam tubuh dengan tanda ‘merah’ di kulit dari hasil kerokan itu.

Nah, gw sih gak gitu percaya ya.. menurut gw, dimana-mana, kl mengerok kulit sama benda logam, atau benda apapun pasti hasilnya merah. Kulit manusia kan ga setebel kulit badak. Jadi bukan berarti itu ‘angin’ keluar. Well.. aniwei, bapak dan ibu sayangnya termasuk orang ‘dulu’ itu.

Back ke kerokan, jadi malam ini gw diminta untuk kerokin bapak. Ya sudah, setelah membersihkan diri sehabis pulang kerja, gw pun melaksanakan permintaan si empunya rumah. Secara dulu gw dulu pernah dikerokin – sebelum menyadari minum obat lebih tidak sakit dibanding kerokan – gw tentu tau dong caranya kerokan.

Kita tinggal membutuhkan balsem, uang logam dan kulit hehe.. ini maksudnya orang yang mo dikerokin. So, how difficult is that. But i guessed i was wrong…

So, bapak merequest dikerokin dari leher sampai pinggang. *sigh.. long way to go*. Dengan pede, gw pun memulai. Oles, oles balsam, lalu kerok dibagian yang ada balsamnya.. terus kerok sampai keluar garis merah. Pokoknya githu..

Eh, belum apa-apa, bapak komentar, “Kalo dileher, jangan melebar, memanjang ngikutin dong..” – gw he-eh aja. Lalu lanjut lagi dengan oles, kerok-kerok sampai merah. Dikit dikit bapak nengok ke belakang mencoba melihat hasil kerokan gw. Apa sih, kaya perlu dinilai segala.  Lanjut ke punggung.. lagi-lagi bapak komentar “Jangan jarang-jarang…yang rapet” – lagi-lagi gw he-eh aja. Kembali gw meneruskan kegiatan oles dan kerok ini.

Setelah sampai setengah punggung, bapak melihat ke cermin yang ada di kamar. Yup! Benar sekali saudara-saudara, dia komentar lagi “Kalo ngerok itu searah sama tulang rusuk,..” – lha itu bukannya udah ya? gw melihat hasil kerokan gw. Ga ada yang salah kok.. emang sih agak berantakan, tp kan tadi beliau yang minta rapet rapet antara garis merah ke garis berikutnya.

Setelah kerokan sampai pinggang, selesai lah sudah. Dan seperti orang yang habis di tato, bapak bercermin untuk melihat hasil kerokan gw. “Ih.. kamu kerokinnya ga sampai ujung ” Arrghhh…cape dehh. Emang harus rapih sempurna yah? kaya mo dipamerin a la tato aja. Pusing deh…Baru kali ini kerokan ada rules and regulationnya. (taelaahh..)

Pas ibu pulang dari latihan koor, ibu melihat hasil kerokan di punggung bapak. Senyum terkulum tercetak di bibirnya. Huh..kayanya sih senyum mencela seperti “Ini anak ngerokin apa ngerokin sih?” Agak sebel tp jadi lucu juga kl diinget. Betapa hal yang sederhana pun butuh aturan , dan nilai estetis. Katanya sih maksudnya ngikutin jalur tulang rusuk biar kelihatan rapih. Kaya bakal mo topless aja kemana-mana. Ga akan ada yang ngelliat juga.

But, that’s the Art of ‘Kerokan’. Ada yang mo dikerokin?

xxoo 😉

New Year… I Hate My Face

Argh …. I really don’t need these, any of these. Why me?? Why now?? This New Year is supposed to be supported with new face, NOT new acnes. I hate my skin. Already spend million for this face but it seems my face can’t go smooth. Ouww… what I should do. Now I will meet some of friends in this New Year, *sigh* and I can’t face them with new look.

Another resolution that I must add this year… it is a priority. But it will put a lot of efforts and money, and patient and headache. I don’t know whether I must go to the same doctor or move to another doctor. Another dilemma ughh… Crap! This is really pissing me off!

I sign off.

My Resolution in 2010

Have you ever found out that you think your life now is the life you always dream of and you say, it’s enough…  now,  I can think about settling down. But in a simple way, Bam!! You are wake up, and realized this is the life you never dream of and your dreams that forgotten back to you and now everything seems all wrong…

And that’s what I felt right now…  After I had reunion with my friends, they are all talked about taking the master degree or scholarship study overseas. Well, I don’t too interest to go back in university but the urge of my dream is comeback to me.

My memories go back to about 1,5 years ago, in a restaurant in front of some new partners in my new work office. I remember when I introduced myself, I said with loud and clear about my dream.

“Cita-cita saya adalah keliling dunia, tapi karena belum kesampean sampe sekarang… jadi saya mencurahkannya dengan berjam-jam melalang buana di dunia internet dimana saya juga bisa pergi kemanapun saya ingin sampai akhirnya saya jatuh cinta dengan dunia ini..”

And after 1,5 years later, it turns out not smooth as I was hoping for but i can keep up. Yes, I have many mistakes but also many lessons. No regrets but I don’t also feel I found my place.

Now, when my dream came back to me, I feel I should follow my passion right! I must wake up and put some action in to it. I don’t want to just let it flow… I must make my choice. I think this is it. Maybe in years ago I have a lot of consideration.  But I think now  next year I must  start my step at to full fill my dreams.

When my boss says :” Go catch the snow…”  I feel like it is a sign from me. Yes, I want to see the world in any way, and that’s what I am gonna do. Heck if everybody found their love and prefer to be married. I do also, but not now, not if my mind still wandering about the world out there.

“I want to see snow..”

“I want celebrate Christmas in Christmas ambience just like in movie”

“I want to feel the trees turns to yellow…”

“I want to see green grass in a city and flowers blossoms..”

I want to experience everything… and by GOD help me to fulfill my dream.

XOXO

Finally… Menapak ke Luar Indonesia #2

Ada kejadian agak disesalkan.. karena gw sebenarnya ingin melihat Little India. Tapi karena waktu yang terhambat dan banyaknya tempat yang harus dikunjungi, Little India kami lewati..

Selama 3 hari 4 malam kami hampir selalu berjalan.. gosh! Bener2 suatu perbedaan drastis, karena di kantor, kami biasanya selalu duduk. Tapi ini benar2.. kaki rasanya mo copot. Dengan sepatu yang sebenarnya sudah nyaman, gw cukup terbantu.. namun karena panjangnya rute yang harus ditempuh, lecet pun tidak terelakkan. *sigh*

I Feel Christmas.. J

Seumur ini selama hidup di Indonesia, gw ga pernah benar2 merasakan ambience christmas di Jakarta Raya ini. Maksud gw, benar2 merasakan seperti di film-film natal, ketika kota berhias diri untuk menyambut Christmas. Well… agak susah memang. Kecuali di mall besar, dan rumah-rumah yang merayakan, bisa dibilang saat Christmas ya gitu-gitu aja..

Nah, beda banget di Singapore ini. Gw benar-benar amazed dengan negara itu. Sepanjang jalan Orchard Road, jalan yang emang terkenal akan mall2nya, gw bener2 merasakan Christmas…bahwa sudah Desember, dan it’s Christmas. Setiap sisi jalan dihiasi lampu-lampu warna warni yang meriah, lampion-lampion, dan pohon-pohon natal di setiap sudut kota. Bahkan ada patung2 santa Claus dan Rudolf juga kereta salju yang penuh akan hadiah. Belum lagi mall-mall yang berhias secantik2nya untuk Christmas ini. Bener cantik dan Christmas time.. yang kurang menurut gw Cuma salju aja.

Finally…. Menapak ke Luar Indonesia.. #1

Pagi-pagi tgl 3 Desember jam 3 subuh gw terbangun dengan penuh kesadaran (agaknya memang tidak bisa tidur lelap juga). Setelah mimpi ketinggalan pesawat, yang gw alami kemarin malamnya, malam itu emang gw ga bisa tidur dengan tenang. Because im sooo excited..

Hari itu kantor akan outing ke Singapore. This is the first trip abroad actually.. and I sooo exciteedd.. yeay..!!

Setelah mengurus fiscal dll, kita masuk ke Bandara untuk take off.  Semuanya baru untuk gw.. suasana departure internasional , petugas imigrasi, semua gw lalap dengan memandang dan memperhatikan.

Ketika teman2 yang lain bersenda gurau, gw merasakan sensasi baru ini dengan diam.

Changi, It’s the most awesome airport..

Wooow… finally, we landed in Changi airport. Kesan pertama gw buat airport milik negara tetangga ini adalah  WoooooooWWWW… lots of “W” and “O”. Gw poto2 dulu pastinya di airport nan keren. Airport ini sudah mencerminkan gimana negara yang gw datangi ini. Modern, bersih dan tertib. Yup that’s it!

It’s Amazing Race

Oia, krn disana adalah dalam rangka outing kantor, jadi pihak kantor sudah menentukan beberapa tujuan yang “wajib” dikunjungi dalam bentuk permainan Amazing Race. That’s cool! Jadi tidak terlihat berbondong-bondong ke sini dan kesitu juga. Jadi satu kantor dibagi menjadi 4 kelompok dan yang berhasil sampai ke tempat2 yang ditentukan akan dikasih tambahan uang saku. Weessss….

FYI, kelompok gw (kebetulan gw ditunjuk jadi ketua regu) ga menang.. kwaa kwaa… what a heck!

Oia tempat-tempat yang menjadi tasks kita adalam Mint, Museum of Toys, Merlion, Singapore Zoo. Ada juga tempat-tempat yang menjadi tujuan kita adalah Science Centre,  China Town, Clarke Quay,Museum Desain Red Dot dan IKEA.

“Ant’s World”

Banyak banget tempat2 yang bisa jadi background poto2 hahaha… it’s just too bad, kita ga ke Little India dan Bugis Junction. But cerita itu nanti saja. Amazing Race itu membuat kita harus pakai MRT dan Bus. Well… namanya naik kereta sih bukan pertama buat gw, tapi turun ke bawah tanah, naik kereta bawah tanah yang super cepat dan nyaman, itu baru pengalaman baru. Stasioun MRT letaknya dibawah. Ada 3 level ke bawah.  Saat menuju MRT, gw bener2 takjub. Di bawah itu sebuah “kota” tersendiri. Semuanya terhubung dibawah.  Layaknya semut dengan kota bawah tanahnya, itulah kesan yang gw dapat di Singapore ini. Segala hiruk pikuk terjadi di bawah tanah. Ya emang sih diatas juga banyak orang. Tapi lebih crowded di bawah.

Antara aku, Harry Potter dan XXI (Ampuuuun…dehh!!)

harpot-6
www.imdb.com

“Yes! Harry Potter ke-6 dah keluar…hayukk kapan nonton?” ajakku ke teman-teman melalui sms.
Tanpa menunggu balasan panjang, teman menyanggupi.

Tak habis pikir kenapa Harry Potter sangat-sangat mendunia. I mean BIG! Ibu saya sendiri gak ngerti kenapa saya yang sudah berumur ini pun masih suka nonton HP. Well… itu pertanyaan gak penting dan gak harus dijawab. Aniweiii.. semua orang suka HP.

Berbeda dengan Doraemon , which is Nobita tidak pernah naik-naik kelas.. sejak saya kelas 4 sampai saya bekerja pun tetap kelas 4 SD. Harry Potter tidaklah demikian. Film ini benar-benar mengikuti perkembngan usia.

Aniwei.. saat saya nonton kemarin, kejadiannya tidak seperti yang saya harapkan. Ada dua hal yang saya note.

  • Penonton cilik.

Oke, banyak penonton ABG, tapi banyak juga penonton cilik. Yang saya maksud adalah anak-anak, dari umur 5 – <10.
Saya semakin berpikir, apakah saya tidak salah nonton nih?

Menurut saya Harry Potter bukan lagi film segala umur. No! Seiring dengan bertambahnya umur Harry, permasalahan tidak sekedar ‘wingardium Leviosa” lagi. Segala adegan ciuman dan sedikit kekerasan pun tampak disana. Do those Kids even allow to watch that? Okay.. mereka memang bersama orangtua, tapi tetap saja, apakah orang tua juga sempat menjelaskan maksud-maksud dari setiap adegan?

Apa yang terjadi? Apakah batas-batas itu sudah mulai bias? Dulu, waktu saya masih kecil, film2 yang boleh saya lihat sebatas kartun, dan serial TV full house or Alf dan film binatang. Sekarang, batas film anak-anak pun tidak jelas. Ataukan memang sekarang anak-anak dibawah 10 tahun boleh menonton film yang harusnya diperuntukkan untuk 13 tahun ke atas? What happened? is this real or just me??

Apakah sekrang XXI merangkap restoran?
Ketika orang pergi ke bioskop, mereka ingin mendapatkan experience layar lebar sehingga kita bisa berkata: “Wooooooowwww…!!”. Tentunya tanpa ada suara atau gangguan yang menghalang kita.
Sekarang.. disaat semua lampu sudah redup,atmosphere sudah siap, dan Film sudah dimulai..tiba-tiba dari barisan tak jauh dari saya duduk, seorang bapak berteriak;” Mbak..pesan cocacola nya satu yaa..”.
kepada mbak-mbak 21 yang sedang lewat. “WHAAAATT…….?!?!?!” – mood saya langsung BT.
Saya pikir mbak-mbak itu akan mendamprat bapak itu, tapi ia hanya menggannguk dan keluar dan kembali membawa coca cola. “OH MY GOOOODDD….!!” Please deh om… kenapa gak sekalian pesen Mie ayam??

Apa-apan ini??? Apakah maksudnya 21 ingin meningkatan pelayanan dengan menambah service delivery ke dalam bioskop? Pleaseee… kita hanya duduk max 3 jam, gak perlu bawa makanan yang super banyak kaya mo piknik. Namanya orang indonesia yang emang latahan, setelah bapak itu diantarkan pesanannya, ada orang lain yang juga memesan. Arrghhh………..!!! Alhasil, saya yang kebetulan dapat duduk dekat akses jalan, menonton dengan sangat tidak nyaman karena .. KEPALA-KEPALA itu selalu berseliweran di depan saya.!!!! Benar-benar buruk!!!

Belum lagi, anak-anak kecil yang bolak balik ke kamar mandi. Belum lagi ABG yang lupa mematikann HP nya, belum lagi bapak-bapak yang seliweran karena tidak lewat mana untuk ke toilet! Give me a breaakk wil you!!… Jika memang ingin santai sambil makan, please.. take the premiere class, so you are not bothering someone else!.. GOSSSHH!!!..

"Aduuh…mpok.. please deh"

jeans1Pernah merasa sebel sama orang, ingin ngelabrak, tapi terikat dengan sopan santun dan saling hormat menghormati antara rukun tetangga. Well.. yup! Ini permasalahan gw dengan tukang cuci di rumah. Sebut saja dia, Mpok H.
Sebenarnya, gw gak pernah ada masalah dengan Mpok H. Baju gw yang kelunturan pun gw cukup berbesar hati untuk tidak membahasnya lebih lanjut, lagi pula toh hanya baju, dan bisa beli lagi. Begitu pikir gw.

Setelah kelunturan, sebuah celana gw ‘gak balik’ setelah dimasukkan ke cucian. Pikir gw…”ah masih dicuci mungkin dan belum kering” jadi gw tidak terlalu memperdulikannya. Dan gw melupakan celana itu untuk beberapa lama sampai akhirnya gw ingin pakai dan tidak menemukannya. Wakkss??!! kemana celana itu, waktu 2 minggu adalah waktu yang sangat keterlaluan untuk cucian yang belum kering. Akhirnya karena kesibukkan gw yang sangat menyita waktu, gw minta tolong nyokap untuk menanyakannya ke Mpok H. Nyokap mengatakan bahwa Mpok H bilang “tidak ada”. Ah.. sebuah jawaban yang sangat tidak perhatian. Logika gw langsung mengambil alih.. gw mengemukakan itu sangat tidak mungkin terjadi. Celana itu masuk ke keranjang cucian, ia membawanya dan ia mencucinya seharusnya ada di keranjang ketika cucian itu kering. Oke lah.. gw mencoba membiarkannya. Mungkin saja ada maling jemuran yang iseng mengambil celana pendek gw.

Namun, sepertinya kesabaran gw habis. Ini karena masalah Jins. Yeahh.. ini memang sepele. Sebuah celana Jeans. Tapi jika gw bilang itu jins kesayangan gw, apakah itu cukup memberikan alasan kenapa gw sangat mempermasalahkannya? Nah, seperti sebelumnya, jins itu gak balik di keranjangan yang berisi cucian bersih. (yang seharusnya jins itu ada didalamnya). Gw mencoba bersabar, mungkiin terselip di lemari yang lain. Yah.. itu bisa saja, karena sudah pernah terjadi beberapa kali. Jadi, gw pikir paling terselip. Lalu gw memakai jins yang ada. Namun, suatu ketika gw sedang ingin pakai jeans itu, dan mencarinya ke seluruh lemari, ternyata jeans itu tidak ada! Gw mencari dan mencari.. jeans itu bener2 gak ada. Akhirnya, gw minta tolong nyokap untuk menanyakan ke Mpok H. Dan seperti yang sebelumnya, Mpok H mengatakan “Gak ada”. Lucunya, dia malah menyuruh nyokap gw memeriksa lagi lemari2 pakaian kami. Hey.. bukannya seharusnya dia yang seharusnya mengecek lagi di rumahnya. (Oia, dia mencuci di rumahnya).

Oke, gw cukup mendiamkan masalah ini beberapa hari, sampai akhirnya hari ini gw gak tahan, karena celana itu (sudah cukup lama) tidak terlihat-lihat juga. Nyokap meminta gw mendatangi rumah Mpok H dan menanyakan langsung. Hmm.. sepertinya gw harus turun tangan langsung. Tapi gw minta nyokap menemani, karena gw gak mau kehilangan kendali di sana. Yah.. karena gw udah kesel banget.. kerja kok gak proffesional banget. (hey… profesional kan bukan hanya untuk mereka yang bekerja di kantoran. Ketika dia dibayar, detik itu dia harus profesional).

Akhirnya gw mendatangi rumahnya dan menanyakan langsung kepada si Mpok H. Seperti yang sudah gw duga, Mpok H hanya mengatakan “tidak ada” atau “Sudah dicari juga.. di obrak abrik segala” sampai akhirnya dia mengeluarkan pernyataan “Itu kan yang ada penitinya, saya udah lama juga gak nyuci itu”. Well.. skak! Jeans gw jelas gak berpeniti dan gw tidak menyebut nyebut peniti di awal ketika mendeskripsikan jeans yang ‘hilang’. “Gak berpeniti mpok.. itu jeans bagus. Warna hitam gak ada peniti atau apapun” jawab gw. Terus gw mencecar dia dengan halus..sedikit dan meminta atau lebih tepatnya menyuruh dia untuk mengecek sekali lagi ke lemarinya, hanya untuk berjaga2 ada yang nyelip.

Setelah kembali ke rumah, kira2 10 menit kemudian, ada seseorang yang memanggil di luar. Eh eh… itu ternyata si Mpok H. Dia membawa jeans hitam gw.. iyaa !! jeans hitam gw. Dia bilang itu ada dikamar cucunya, ibunya yang tukang nyetrika mengira itu jeans anaknya.. HAH! yang benar saja.. apakah ibunya tidak hapal baju anak2nya sendiri?? Terus terang di benak gw sudah terbentuk sebuah opini tentang mereka dan membuat note di pikiran gw. Namun disatu pihak, gw cukup salut, karena si Mpok H cukup sportif mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada kami. Oalaahh Mpookk please deh.. next time kalo nyuci tolong dipisah mana baju orang dan baju sendiri.

Setelah memasukkan jeans kesayangan gw ke lemari, gw mendengarkan IL DIVO untuk menurunkan emosi gw tadi. Gw jadi berpikir, apakah gw masih bisa memberikan kepercayaan yang sama besarnya kepada Mpok H?
Nyokap usul, untuk baju-baju yang cukup berharga, gw disuruh laundry saja. Yang benar saja.. gw sudah tidak membenani Mpok H untuk mencuci pakaian dalam gw, sekarang, jins2 masuk laundry, terus, selanjutnya apa, baju kerja? baju ke gereja? lalu dia nyuci apaa??? Apa gunanya dia dibayar untuk nyuci kl gw juga harus kirim cucian ke laundry?? Aduuuhh…Mpok.. please deh…!!!

Terus, nasib celana pendek gw gimana???