I don´t expect my love affairs to last for long Never fool myself that my dreams will come true Being used to trouble I anticipate it But all the same I hate it, wouldn´t you? So what happens now? Time and time again I´ve said that I don´t care That I´m immune to gloom, that I´m hard through and through But every time it matters all my words desert me So anyone can hurt me, and they do So what happens now? Call in three months time and I´ll be fine, I know Well maybe not that fine, but I´ll survive anyhow I won´t recall the names and places of each sad occasion But that´s no consolation here and now.[…]

You know, sometimes when you’re in blue, songs understand you better  especially if the problem is your romantic relationship. And I don’t know why broken heart songs seems so easy to create than happy songs. Really… why people suddenly become a poet when they are sad or in sorrow. Like sadness, loneliness, sorrow dig the creative nerve and voila! A poem is made. But, maybe it’s depends from the person. When I am sad, or angry, I don’t feel creative, I just want to kill people and crash him in to pieces. Anyway…. I see you through smoky air, trying hard to control my heart. Still I refrain from talking at you. But, you know me well, I don’t need[…]

“Yup! Kata orang penyesalan selalu datang terlambat. Kata itu kini menjadi hantu yang menjadi mimpi burukku setiap malam. “Andai saja…” atau “Kalau saja..” menjadi dua kalimat yang sangat aku harapkan bisa menjadi kenyataan. “Kamu itu udah egois, keras kepala pula..” begitu kamu sering berujar. Keras kepala seperti batu, dan egois, hmmm…itu mungkin adalah salah dua sifat jelek yang aku punya. Jangankan orang lain, aku sendiri pun sering capek dengan diriku yang selalu seperti itu. Tapi entah kenapa, kamu bisa tahan terhadap diriku. Kata kamu, sifat jelekku mengeluarkan efek positif dari dirimu. Hahaha.. you make me ugly so you can look better.. damn you!   But that’s why we got along each other, right honey? Kamu menjadi sosok yang membuatku bisa tersenyum bahkan ketika aku sedang sangat menyebalkan. “Baby, i love[…]

Titik-titik air pelan-pelan keluar dan seperti menunggu momentum yang tepat, ia mengalir menuruni perumukaan gelas yang halus. Tapi peristiwa fisika itu sayangnya tidak mendapat perhatian dari dua sosok yang sedang berhadapan. Mereka saling menatap dan berbicang dengan serunya seakan-akan tidak ingin melewatkan satu detik pun. “Helloo, senang melihatmu. Kamu terlihat sehat dan baik. Thank God. God is good” – Kedua mata tajam itu menyiratkan kebahagiaan saat menatap lekat-lekat perempuan dihadapannya. Perempuan itu sedang berbicara sambil tersenyum. Dia bercerita tentang pekerjaannya, ia bercerita tentang kehidupannya, dia bercerita tentang kelahiran putrinya 1,5 tahun lalu sambil sesekali menyesap minuman beralkohol dari gelasnya. Pelan tanpa terburu-buru, ujung lidah pinknya sempat terlihat menyentuh cairan bewarna coklat gelap lebih dulu seperti radar yang mengetes kualitas minuman[…]