Sebuah kalimat klise akan mengawali tulisan saya kali ini. Kalimat yang berbunyi “Penyesalan selalu datang terlambat”. Iya, saya sedang mengalami sebuah penyesalan dimana situasi dan kondisi juga waktu yang tidak mungkin terulang. Penyesalan terjadi karena sebuah mimpi yang sepertinya mengeluarkan sisi alam bawah sadar saya. Begitu sih menurut teman saya yang bernama Marky ini. Mimpi yang membuat saya bangun dalam keadaan menangis terisak-isak tanpa saya bisa menahannya. Mimpi yang membuat hati saya ngilu karena rasa yang kuat dan tidak dibendung. Rasa kangen dan penyesalan bahwa tidak ada kesempatan yang untuk menebusnya. Kini, saya benar memahami arti kata  ‘Carpe Diem’ or dalam bahasa inggrisnya  ‘Seize the Day’. Namun sebenarnya memahami dan melakukan adalah 2 hal yang berbeda. Saya harap dengan memahami, setidaknya[…]