Sebuah kalimat klise akan mengawali tulisan saya kali ini. Kalimat yang berbunyi “Penyesalan selalu datang terlambat”. Iya, saya sedang mengalami sebuah penyesalan dimana situasi dan kondisi juga waktu yang tidak mungkin terulang. Penyesalan terjadi karena sebuah mimpi yang sepertinya mengeluarkan sisi alam bawah sadar saya. Begitu sih menurut teman saya yang bernama Marky ini. Mimpi yang membuat saya bangun dalam keadaan menangis terisak-isak tanpa saya bisa menahannya. Mimpi yang membuat hati saya ngilu karena rasa yang kuat dan tidak dibendung. Rasa kangen dan penyesalan bahwa tidak ada kesempatan yang untuk menebusnya. Kini, saya benar memahami arti kata  ‘Carpe Diem’ or dalam bahasa inggrisnya  ‘Seize the Day’. Namun sebenarnya memahami dan melakukan adalah 2 hal yang berbeda. Saya harap dengan memahami, setidaknya[…]

  Actually i don’t know what to write for my old man. But few days after 100 days Dad’s ceremonial, i feel like missing him so much. In fact Mom quicidently said 2 days ago, in the daylight, she was crying like never cry before because missing him. And that’s the same feeling i have right now. So it was true, you never really missed someone until you lost him. Me and Dad, we were not that romantic dad-daughther relationship, you know. We argued.. a lot. Mostly about little things, me with my smart-ass attitude and Dad’s childish behaviour.. 🙂 We expressed our love with jokes and laughing AT each other (not with) ;p and then arguing again, and ending it[…]