We are OR

When there is A and B, it supposed to be AB

When there is A and B, it supposed to be right together

When A is no B, and B is no A, but AB is just right

But there are no U and I

 

When there is A or B, it was not supposed to be AB

When A is no B, and B is no A, but AB is just right

When A is only A, or B is only B, AB is not right

But there is U and there is I

 

When there is A and B, it can be AB

When there is A only, or B only, it could be AB

But that doesn’t mean there is U and I

Because there will never be ‘S’ in U and I

 

Fools,  said the logic. “You do not know,

emotions without me like a cancer grows

Hear my words that I might teach you

Take my arms that I might reach you”

 

 

But the logic like silent raindrops fell
And echoed in the hollow of my heart

 

November 19, 2017 ; 16:00

 

 

 

 

 

Kind like me..

“Why you keep silent?” One day you asked me

It’s because you keep your distance.

I can’t be romantic person, you said

I don’t need romantic person. I need you.

 

Why you keep barrier to me? He said

It’s because too much feeling for you

Be honest with your own feeling

I am afraid you’ll be breaking it in pieces

 

“Who am I to have your heart?”

The kind like me won’t ever make your head turned to me

Who am I to ask you to give a care

Because I know what lie it would be

 

Who am I to have your heart

I even don’t exist in your real life

Who am I to ask you to give a care

Because I know I don’t have right to

 

Don’t say you love me, when it just a word in your mouth

Don’t say you care, When you would never be around when I am crying

Don’t say you love me, because i am lost

Don’t say you care, when I feel you step faraway from me

 

Why you keep overthinking about us?

I don’t know you anymore

You are not the girl who stole my heart

I don’t see her anymore

 

Stop asking ‘Why’

Don’t you think it’s fair, to see the moments just passed us by

Stop saying ‘kind like you’

Don’t you say heart can go to whomever it felt into

 

Don’t believe me, don’t just  believe me

Don’t just bluntly believe when I said ‘I need space’

And leave me with my bitterness and heartbroken

Just say “it’s useless, I will always be loving you”

 

Who am I to have your love?

You and I, we never

But that doesn’t mean i don’t

I want you to love me for the sake of loving me

 

060917 – 02:00am

Senantiasa Berada

Happy New Year 2017!

It’s been years since I wrote on my own blog..hahahaha shame on me.  It’s been too long until i forgot how to begin with. Douh! So, I begin with greetings!

ALOHA! (so, what’s next?) *…..blank mind….* 

Saya akan mulai dengan bahasa Indonesia, karena tahun ini, adalah waktunya untuk sadar, bahwa saya (ternyata) belum bisa menulis bahasa inggris dengan baik. Hence, menulis bahasa Indonesia dengan baik pun belum juga. Okay, shame on me twice. (Tuh, kan.. entah kenapa jargon dalam bahasa inggris jauh lebih mudah dan lebih awam di banding dengan jargon bahasa indonesia).

Awal tahun 2017 saya memutuskan untuk be more serious. Iya, serius.. bener deh. Serius ini! Baiklah, saya urutkan satu-satu.

  1. Lihat domain di atas. Sudah berganti menjadi www.stefani.id. Dan saya membayar untuk itu. Hahaha… saya mengeluarkan dana untuk ini. Jadi harus bener nih. Saya berjanji kepada diri sendiri untuk konsisten menulis untuk blog ini minimal 1 post / bulan.  Janji!
  2. Saya sudah bertekad bahwa tahun ini bisnis online saya harus jalan. Beberapa orang yang sudah mulai duluan dalam berbisnis online bilang, bikin deadline sehingga kamu tidak terlena. Well, saya sudah punya deadline. Tinggal konsisten jalanin. Nah, itu yang susah. (dudududu….)
  3. Saya serius tahun ini status rumah harus segera diputuskan. Mau ditinggali atau lebih baik dikontrakkan saja. Ibu sudah pasti tidak akan memperbolehkan saya tinggal sendiri. (and I can’t leave her live alone)
  4. Saya ingin kembali menjadi kutu buku. Maksudnya membaca lagi. Terus terang sejak kenal dengan Korean Drama (damn! Itu racun dunia), minat membaca saya menurun. Jadi, kesukaan dengan Drama Korea sudah menjadi addiction yang membuat lupa segalanya. That’s not good. I become autopilot dan tidak bisa mengontrolnya. Jadi, itu harus diimbangi dengan kembali membaca.
  5. Ini rahasia
  6. Ini rahasia
  7. Rahasia juga
  8. Gak akan dibuka di sini keleus
  9. Sudah sampai no. 8 saja kok
  10. Ini apa sih?

Kedua, awal tahun ini cukup menarik. Terutama karena di minggu pertama our CEO’s/Founder/My bosses mendaftarkan kami, level manager, di kelas Mindfulness atau istilah kekiniannya adalah “Senantiasa Berada”. Apakah Mindfulness itu? Semua orang akan memiliki definisi sendiri-sendiri untuk ini. Kalau tanya saya, pun saya masih bingung menjawabnya. Untuk menjawab, saya harus memahami, untuk memahami, saya harus mengalami. Ha!

Tapi, untuk bisa menjadi mindfulness, ada tiga tahap yang bisa dilakukan setiap individu. (Ini menurut coach kami di workshop itu)

Senantiasa mengamati | senantiasa mengalami | senantiasa mengasah –> Amati, Alami, Asah.

Nah, untuk menjadi state of mind di atas, gak cukup sekali – dua kali kita melakukan 3A ini. Ini berjalan terus menerus. Setiap detik hidup kita, karena waktu tidak bisa kembali lagi. Apa yang terjadi 1 jam lalu, atau bahkan 1 detik lalu tidak bisa kembali atau diulang agar kita bisa mengamati lagi. Jadi itu kenapa kita harus selalu melakukan 3A ini.

Saya tidak bisa menjelaskan detil apa yang diajarkan, tapi saya bisa bercerita beberapa hal yang kami lakukan di workshop tersebut.

  1. Bernapas. Yeah, as if everyday we don’t breath. Maksudnya bernapas di sini adalah full aware of breathing activity. Saya terus terang melupakan itu. Napas adalah hal yang otomatis. Tidak perlu sebuah kesadaran untuk melakukannya. Nah, di workshop, kita mencoba menghayati napas. Saat napas dihirup, masuk ke paru-paru, merasakan udara memenuhi para-paru sampai ke alveoli paru-paru kita. Lalu merasakan perut yang mengembung setiap kita menarik napas dan mengempis kita mengeluarkan napas.
  2. Duduk diam. Duduk tegak dari tulang pinggul yaa.. posisi seperti meditasi. Lalu diam. Diam selama 5 menit. Mengamati apa yang muncul di kepala. Apa yang dialami saat kita duduk diam. Berdamai dengan pikiran dan tubuh.
  3. Yoga Flow. Bagian ini adalah bagian favorit saya dari semua. Haha. Ya, terus terang, saya belum mudeng dengan 3A di atas, dan saya belum bisa menjalaninya dengan benar. Tapi bagian Yoga ini, saya menyukainya. (bukan Yoga Nidra ya.. itu saya juga gagal).
    Selain saya memang menyukai Yoga, saya melihat Yoga sebagai sebuah olahraga dan olahjiwa. Setiap gerakan atau sequence dari Yoga membuat saya melatih pernafasan, kesadaran dan juga akhirnya endurance. Selain itu, jika memang benar-benar fokus, yoga bisa membuka aliran energi-energi yang terblok sehingga menjadi lancar dan kita lebih damai dan rileks. Itu kenapa kalau selesai yoga, jadi ngantuk. Menurut saya sih, itu karena kita dalam kondisi rileks dan damai (ya capek juga cuma capek yang menyenangkan bukan yang melelahkan).
  4. Journal. Di akhir workshop, coach kami memberikan kami jurnal untuk diisi. Tentunya agar kami menjalani Duduk Diam dan merasakan napas itu. Jurnal itu adalah salah cara agar kita terasah. Dari mengamati dan mengalami, menuliskan ulang apa yang terjadi adalah untuk mengasah kepekaan kita. Yang mana… sampai hari ini, saya belum isi apapun jurnal tersebut. Wkwkwk. Shame on me..couple of times hahaha.

Sebenarnya dan seharusnya banyak yang bisa diceritakan dalam workshop itu. Tapi saya sadar bahwa saya butuh waktu untuk menuliskannya. Namun, untuk sementara ini, baru ini yang saya bisa sharing.

Saya pun harus mengamati lagi, mengalami lagi, dan banyak mengasah lagi untuk bisa sharing. Jadi, untuk menutup post pertama saya di tahun 2017, sebuah artikel yang bagus bisa saya share  di sini.

10 Suprising Benefits of Keeping A Journal

Sad

Bergetar jantung ini ketika kupandang satu per satu

Kembali kupanggil semua memori
Setiap cerita, setiap jawaban, setiap karena dari pertanyaan
Sayangnya, semua berujung pada tanya tanya
Kupeluk semua kenangan manis yang kualami
Seakan-akan takut bahwa kenangan itu akan terkikis dan hilang
Kupeluk semua senyum tawa yang tercipta
Seakan-akan senyum dan tawa itu akan hilang dalam memori
Bergetar jantung ini ketika kupandangi satu per satu
Ada senyum bahagia milikmu
Ada belai kasih miliknya
Ada kebohongan di sana.
Kini malam tlah datang
Sebuah kesadaran pun tiba
Perpisahan yang menunggu membentang
Menebarkan luka di dada
Saat rindu ini menyiksa sangat
Suara hati datang mengingat
Pejamkan mata dan tarik sebuah nafas panjang
Ini akan berakhir sebentar lagi
Bergetar jantung ini ketika kupandang satu per satu
Bergetar tangan ini ketika menghapus airmata tak bersuara
Pejamkan mata dan tarik sebuah nafas panjang
Ini akan berakhir…. sebentar lagi
Bergetar hati ini ketika menyadari semua
Bagai teriakan tak bersuara, serta memejamkan mata
Apakah fajar akan menyembuhkan luka dan airmata?
Apakah surya akan membawa senyum kembali?
ps: Kitt, i hope you’re happy now.

Sebuah Helaan Nafas

Sebuah helaan nafas malam ini kuambil beberapa kali

Sebuah helaan nafas mengartikan kesal
Sebuah helaan nafas mengartikan heran
Sebuah helaan nafas mengartikan pengertian
Sebuah tarikan panjang nafas membawa energi
Sebuah helaan panjang nafas mengeluarkan emosi
Sebuah tarikan panjang nafas menyertakan luka
Sebuah helaan panjang nafas membuang pengharapan
Sebuah tarikan ke dalam membawa rasa kekuatiran
Sebuah helaan ke luar menyertakan keputusasan
Sebuah tarikan ke dalam membawa kesedihan di mata
Sebuah helaan ke luar memasangkan topeng ceria
Sebuah helaan nafas malam ini kuambil beberapa kali
dan kusadari ada lara hati disana
dan kusadari kasih tak sampai menyelinap disana
dan kusadari tetes tetes dari sudut jendela hati
dan kusadar,…. sebuah helaan nafas panjang kembali kuambil malam ini

 

guilty…

Guilty feeling is always comes late. And it never go away. You always say ‘what if’ and really hoping you could turn back the time and make it right. It would get worse, when it comes to the one you loved and cared about.

Yes. I have experience it and still try how to ease the guilty feeling inside. I hurt my best friend. Sadly, it’s something that i didn’t intend to hurt her. I guess I don’t have to tell you the emotion reaction that had happened. But, what I can tell you is, she’s hurt so much by me. I never saw the sad and disappointed  face from her to me before until that day.

And I? I also feel crushed and broken when I know it really hurt her. When you think saying ‘Sorry’ is enough, it was never enough. Even 1000 words of sorry would never enough to heal the cause I made.

I cried all night because I know the scar is there. The scar I made in her heart. I cried because I should have been a better friend for her. I cried because I am afraid of losing her. I cried because I can’t forgive my self. How I undo this?……

It had happened. And I can’t do anything about except I try to be a better friend for my best friends.  It is true when people say ‘time will heal’. Well, I guess I leave it to time, meanwhile I  praying to God for her so she deserve a better blessing because she’s always good to others. And I pray for salvation to myself for I had been a awful person. 🙁

Ask for forgiveness to others is not easy, but ask my self to forgive my self is harder.

Bitter

It’s just suck seeing you like this, when he stirred you how to live

It’s just suck feeling like this, when it feel i must compete with your boyfriend

It’s just suck when i should be supportive while inside i don’t agree

It’s just suck when suddenly i am the middle of you

It’s just suck when i see myself turned become a bitter woman

It’s just suck when i see my life stuck while yours is running

It’s just suck when i feel pathetic  with my self and my life

It’s just suck when you are okay with all those characters of him

It’s just suck when i only can write this poem…. but

This is your life, this is your choice. I just wished you’re happy..

 

 

 

 

but if you’re not, …. i know i will be here.

 

-151213-