First 5km

Tanggal 30 Juli 2017 adalah saat bersejarah untuk kehidupan olahraga saya. Iya, saya mengikuti 5km pertama di ajang event besar skala nasional yaitu Pocari Run West Java Marathon 2017.

Mengingat ke belakang, saya ingat sekali, saya pernah berkata, saya tidak akan mau berlari kecuali kalau dikejar anjing. Apalagi kepikiran buat jadiin lari olahraga rutin. Ewwww…! begitu saya suka berkata kepada orang-orang. Hahaha.. never say never. Sepertinya dek Justin Bieber kalau denger cerita ini, pasti menertawakan saya. Saya yang kemakan omongan saya sendiri.

Dulu memang saya akui, saya pernah berkata seperti itu. Tapi kemudian terjadi metamorfosis “badanku dulu tak segini..” dan saya membutuhkan olahraga rutin. Saya pernah zumba, yoga, gym, pound fit, tapi semua itu tidak long lasting karena memerlukan pengajar dan tentu saja tidak murah. Lalu saya lihat teman saya olahraga lari dan latihan 3x seminggu, dalam 3 bulan turun banyak.

Alhasil, mau tak mau (asli ini semata-mata karena awalnya saya pikir lari adalah olahraga mudah dan murah) saya coba-coba ikut olahraga lari. Saya dibawa teman saya, Epat untuk ikutan #NRCJKT , klub lari dengan sponsor dari Nike. Pengalaman pertama ikutan #NRCJKT, saya ditawari menu. Sayangnya bukan menu babi panggang dan nasi gurih plus sambal bawang (seadainya beneran :p ) tapi menu kecepatan. Oalaah, saya yang nubie tentu saja bertanya, apa itu. Ternyata para pacer ini (orang yang mengatur kecepatan lari) bertanya saya mau ikutan di kecepatan mana. Pilihan menu keepatan ada pace 4 s/d 8. Misalnya kamu pilih 4 berarti kecepetan per Km kamu adalah rata-rata 4 menit.  Karena pilihannya paling cepat adalah pace 4, saya tentu saja cari paling lambat. Saya minta pace 10 tapi ternyata maximal 8. Ya sudah apa boleh buat.

Diluar dari hasil kesan pertama adalah saya mengutuk-ngutuk para pacer yang membuat saya megap-megap kehabisan napas dan berharap saya bisa pingsan. Tapi di satu sisi, ikutan #NRC itu memberikan informasi tehnik berlari dengan benar. Diajarin pemanasan yang benar supaya ga cedera, atau streching juga latihan core muscles supaya kencang perutnya.  Minus larinya, latihan core muscle itu yang bikin saya mungkin bisa suka #NRCJKT.

Awalnya gak rutin, tapi metamorfosis ‘badanku sekarang jadi segini..” bikin saya mau tak mau harus berolahraga. For the sake of ukuran celana dan ukuran baju. Mulai dari situ, saya jadi rutin. Kadang kadang Sabtu pagi juga lari, tapi lebih sering seminggu dua kali setelah selesai bekerja di kantor.

Ikut satu race, jadi ketagihan ikut race-race lainnya. Tapi ternyata ga murah ya olahraga lari itu. Apalagi kalau event-nya besar. Rata-rata diatas Rp. 100,000 rupiah untuk event besar. Kalau sebulan ada dua aja, sudah Rp. 200.000 an. Belum kalau harus pagi-pagi ke venue, biaya transportasi (harus taxi karena tidak akan ada yang anterin saya) dan apalagi kalo race-nya di luar kota. Hahaha.. ini saya belum hitung dengan perlengkapan lari seperti celana dan baju dry fit yang rata-rata Rp.600.000 (padahal cuma celana pendek / kaos oblong). Saya belum sampai ke gadget tracking seperti Garmin watch, Sunto, dll. Luarrr biasa pokoknya.

Tapi sudah kepalang buat mundur, pun goal saya juga belum tercapai. Lari buat bisa dapatin bikini body. Gak gampang, karena ada latihan muscles dan diet. Amin-amin amin semoga tercapai. Di samping itu saya coba nikmatin saya. Saya memang tidak berminat jadi atlet lari atau pengen tembus marathon gituh sih, jadi olahraga lari ini saya gunakan untuk jaga badan dan kesehatan.

Sekarang sudah Agustus, awal September besok sudah ada race menunggu, setelah itu tunggu saja, saya pasti akan ikutan race lagi.

Ambil race pack

Ketemu Melani Putri – BA Pocari

Ketika napas terengah-engah dan masih 2KM to go

Finally, finish!

Bersama teman-teman baru..

Intelligence of a Mouse

image taken from carmillaonline.com

Malam yang panjang. Saya tidak tidak bisa tidur.  Ini bukan karena kopi encer tadi sore. Pikiran saya sedang ruwet dan salah satunya adalah kekesalan saya terhadap tikus-tikus yang bebas keliaran di rumah.

Tolong jangan membayangkan bahwa saya memelihara tikus. Meski beberapa kali saya mendapati suara ‘klotak-klotek’ yang disusul suara “Ciit…ciit…ciit” di loteng atau di dapur, saya sempat berpikir, ‘Ahhh…ternyata si tikus’ dan itu membuat saya lega. Ha!  Kelegaan saya bahwa itu suara tikus kadang membuat saya sendiri heran. *sigh*.

Kenapa sih rumah saya terkesan bebas. Hmm.. jadi rumah saya memiliki area untuk jemur pakaian  dan setrika di atas rumah dengan akses terbuka. Artinya, tanpa pintu dan tanpa penutup dari balkon atas sehingga, siapapun, apapun, dari air hujan, kucing garong, tikus sampai maling bisa masuk ke rumah sebenarnya. Hmm.. kalau dipikir kok bahaya yaa?!

Kembali ke kekesalan saya dengan tikus-tikus keparat itu. Pernah berurusan dengan tikus? Sudah pasti reaksi pertama begitu tahu ada tikus di rumah adalah naik ke atas kursi, eer,..bagaimana menangkapnya? Dulu alm bapak selalu menggunakan lem tikus. Ini adalah kemajuan karena jauuuhh sebelumnya, bapak malah masih menggunakan alat perangkat yang berbentuk kotak dari besi, dengan penjepit dan umpan yang dipasang (umpan bisa  berupa daging, ikan, apa aja. Ya, tidak harus keju seperti di kartun-kartun).

Bagaimana cara menaruh perangkap dengan lem tikus? Saya dan ibu saya hanya menaruhnya di jalur-jalur dimana para tikus-tikus itu biasa jalan-jalan. Hmm.. ngeselin memang. Bahkan tikus saja bisa jalan-jalan. -___- ‘ Kami pernah menangkap 2 di 1 papan lem, atau tidak sama sekali. Kalau tidak ada sama sekali, saya berpikir, apa tikus ini pintar? Apa mereka memiliki kapasitas belajar dari pengalaman kah?

Tetapi menurut pengamatan sepihak saya yang tidak terlalu scientific, hipotesa itu benar. Ibu bercerita bahwa ia melihat sendiri, tikus itu lari memutari papan lem bukannya melewatinya. Saya mendengarnya ‘wtf’?! Saya coba lagi. Saya taruh papan lem di bawah kulkas. Karena beberapa minggu lalu, perangkap saya berhasil disana. Namun kali ini saya tidak berhasil. Benar juga kata ibu, tikus itu belajar dari pengalaman. Geez… Tapi saya tidak mau kalah. Setelah di bawah kulkas tidak berhasil, saya pindahkan perangkat di bawah rak sepatu. Voila! That a damn right decision. Tidak lama kemudian, jebakan saya di bawah rak sudah memiliki 1 pengguni dengan suara ‘ciit..ciiit…ciit’ yang melirih.

Saya dan ibu ‘high-five’ kemenangan. Kami mengamati tikus yang menggeliat mencoba untuk keluar dari papan lem. Senyum sinis keluar dari sudut mulut saya. Lalu ibu memutuskan untuk membiarkan dulu. Beberapa hari, si tikus yang terperangkap mendapatkan teman lain pada saat saya menganggap mereka punya intuisi tajam adanya jebakan yang masih dipasang. Ternyata, masih ada saja tikus rookie yang tidak tahu ada jebakan disitu. Voila! two in one.  Saya dan ibu tertawa puas karena kami masih menang.

Two mouses have gone, but we don’t know how many that still gonna come and ‘play’ to our house. Our battle never ends. Tapi setidaknya, kami mulai memahami habit mereka, dan mengatur strategi baru setiap kali ada yang terperangkap.

Sebuah Helaan Nafas

Sebuah helaan nafas malam ini kuambil beberapa kali

Sebuah helaan nafas mengartikan kesal
Sebuah helaan nafas mengartikan heran
Sebuah helaan nafas mengartikan pengertian
Sebuah tarikan panjang nafas membawa energi
Sebuah helaan panjang nafas mengeluarkan emosi
Sebuah tarikan panjang nafas menyertakan luka
Sebuah helaan panjang nafas membuang pengharapan
Sebuah tarikan ke dalam membawa rasa kekuatiran
Sebuah helaan ke luar menyertakan keputusasan
Sebuah tarikan ke dalam membawa kesedihan di mata
Sebuah helaan ke luar memasangkan topeng ceria
Sebuah helaan nafas malam ini kuambil beberapa kali
dan kusadari ada lara hati disana
dan kusadari kasih tak sampai menyelinap disana
dan kusadari tetes tetes dari sudut jendela hati
dan kusadar,…. sebuah helaan nafas panjang kembali kuambil malam ini

 

Songs understand me

You know, sometimes when you’re in blue, songs understand you better  especially if the problem is your romantic relationship.

And I don’t know why broken heart songs seems so easy to create than happy songs. Really… why people suddenly become a poet when they are sad or in sorrow. Like sadness, loneliness, sorrow dig the creative nerve and voila! A poem is made. But, maybe it’s depends from the person. When I am sad, or angry, I don’t feel creative, I just want to kill people and crash him in to pieces.

Anyway….

I see you through smoky air, trying hard to control my heart. Still I refrain from talking at you. But, you know me well, I don’t need to explain. I gave all I could, but why you’re still call me your friend when you want me naked in your bed?

I am sure I am not being rude, but it’s your attitude that tearing me apart. Don’t call me at 3AM just to say ‘How you are missed me’, but then why were you holding her hand? Is that the way we stand? Were you lying all the time? Was it just a game to you?

I am such a fool for you. You’ve got me wrapped around your finger. And I’m in so deep. Don’t you know, I never wanted anyone like this, It’s all brand new. Can’t you feel the weight of my stare, you’re so close but still a world away. I need a little more

But what the hell, why do you think I come ’round like this on my free will? Wasting all my precious time.

And all left me so sore, the thing that makes me mad, is the one thing that I had,

I knew I’d lose you. You’ll always be special to me. You said I was on your mind. Will I forget in time?

—–

So, can you guess, what songs that I make for this prose? 😀

untitled

“Yup! Kata orang penyesalan selalu datang terlambat. Kata itu kini menjadi hantu yang menjadi mimpi burukku setiap malam. “Andai saja…” atau “Kalau saja..” menjadi dua kalimat yang sangat aku harapkan bisa menjadi kenyataan.

“Kamu itu udah egois, keras kepala pula..” begitu kamu sering berujar. Keras kepala seperti batu, dan egois, hmmm…itu mungkin adalah salah dua sifat jelek yang aku punya. Jangankan orang lain, aku sendiri pun sering capek dengan diriku yang selalu seperti itu. Tapi entah kenapa, kamu bisa tahan terhadap diriku. Kata kamu, sifat jelekku mengeluarkan efek positif dari dirimu. Hahaha.. you make me ugly so you can look better.. damn you!

 

But that’s why we got along each other, right honey? Kamu menjadi sosok yang membuatku bisa tersenyum bahkan ketika aku sedang sangat menyebalkan.

“Baby, i love you so much, kalau aku bersamamu, dunia terasa milik berdua, yang lain ngontrak” begitu kamu sering merayu. Aku tau dunia bukan milik berdua, pertama ada ratusan juta orang di dunia ini, kedua, karena ada sekian ratus laki yang mungkin akan berujar sama seperti kamu. But, honey, i believe you! Meski rayuan kamu klise dan standar abis,

aku selalu percaya kamu. I believe we can create our own world, our own heaven.

Kadang kamu suka heran, kenapa aku sangat percaya kepadamu? Disaat kamu merasa dunia ini sangat berat dihadapi, kamu heran aku tetap percaya padamu. But honey, why wouldnt I? Mengapa tidak?

Kamu adalah bintang di hidupku. Kamu telah bersinar dihati dan di duniaku. That’s why I’ll never lose my faith in you. Itu juga yang kini membuatku bertahan saat kau tidak ada. But, honey, at first it was hard..

 

Surgaku seakan hancur…

Duniaku luluh lantak,

Kenapa kenyataan tidak selalu seperti yang aku inginkan.

Tapi akhirnya aku menerimanya. Aku menerima bahwa kita tidak lagi bersama. Aku menerima memang sudah saatnya kamu pergi. It’s all right. I know you’re out there. I believe it.

 

Apa kamu tahu kenapa sayang? Because you are my first star at night.

Sinarmu selalu menerangi diriku. Dan aku selalu teringat ketika kamu bilang aku adalah bumi untukmu. Awalnya aku tidak mengerti, namun kini aku tahu yang kamu maksudkan.

 

If I was your earth, then you are my soul satellite. And i’ll be so lost in space without you.

 

So, i will not say goodbye to you my love, aku akan menganggap perpisahan ini hanya sementara. Kita tetap akan memiliki surga kita sendiri. I’ll never lose my faith in you..

 

So, i’ll say Au Revoir, but this isn’t goodbye..”

 

Perempuan itu meletakkan surat yang sudah ia tulis dan baca berulang-ulang. Ia membaca sekali lagi seakan-akan takut ada yang terlewat. Tapi semua sudah terkatakan dalam surat itu. Ia memasukkan ke dalam botol dan menyumbatnya dengan gabus. Lalu ia menatap nama di atas batu granit hitam seakan-akan tatapannya bisa membelai sosok yang kini hanya dalam kenangannya.

“Rest in peace my soul satellite. We’ll meet again” lalu perempuan itu melangkah dengan pasti keluar dari areal pemakaman. Senyum samar terbentuk di wajahnya.

 

-3 Apr 2011-

Matter of Interviewer

Saat lagi nonton American Next Top Model (yup! That’s my favorite tv show and I am not shamed about it) , Setiap minggu, para calon model itu diberikan tantangan. Nah, salah satu-nya tantangannya adalah mewawancarai seorang selebritis.

Well, banyak tips yang bisa dipetik. Terutama buat gue. Tapi sayangnya kenapa tontonan itu gak gue tonton sebelumnya? *sigh* Jadi, gw tidak harus menerima pelajaran in a harsh way…
Continue reading →

Gosh.. Bob Sinclair

If  i must mention one moment that i wont forget, that was when i met Bob Sinclar.

When the assignment came, actually i propose my self to do it. Even i didn’t know who’s the hell is Bob Sinclar. But, it seems the way event organizer make a big hell of promo about him, that make me think, this guy must someone famous. Still i don’t know what is his work. nay ah.. completely never heard about his works or his name.

So, to prepare my self, i googled him. voila! all about Bob all come out! he has website, and damn sure he is famous. His discograffi is long. Wikipedia also give long page about this guy. So, well… the more i know, the more i become nervouus.. hellloo.. gosh he is famous and not everybody has exclusive interview with him.

Hohoho… 2 days before i interview him, i can’t sleep, i can’t eat. I was freaked out. I was afraid i can delivered it. Honestly there was a little part of me that hope the interview is cancelled. I knoww…. i was afraid back then..

Bon…. finally the d-day. I with my team, go to the Hotel where he stayed and do the interviewed there. One thing that make me nervous. He is french. Gosh.. you know i love France and dream to live there one day. But, that fact make me feel more nervous.

Alors.. when the door was opened, there he was. With black cut out shirt, red nike, and training pants, and a rough face, he welcomed us. Wooow… in person he is very welcome, warm, humorous. My nervous was healing a bit. Shit! I was ashamed with my appearance. I should wash my hair and not wore that shirt.

After a little chit chat, we started, and i only have 13 minutes to interview him. He must know that i was nervous, because.. my voice was tremblinggggg…arrhh… it sucks!!!! And Goosshh! He is beautiful.. i loved him. I thing i have crush for him. I looked into his big blue eyes..but i think they are not purely blue. there was greyish color in too.

That eyes really caught me off guard and i didn’t listen what he said. The worst part was he knew i lost. Cos, i asked something that he already told.. Arrgghhhh… i still feel ashmed about it. Beside that everything quite smooth. Well, i put him on a nerve because i don’t seem understand what he’s saying.. huhuuhu.. stupid me.

And finally it’s over. Well, i spoke a french a bit, and he’s kinda surprised. And he is saying that i am kind. Well i think he was just being nice. I don’t regret it even i made mistake, and i bet he already forgotten me (*who am i), his charisma already catch me. Wish i can watch him in action again. Ouuhh Bob or i say Christophe..

Here are 2 pics when i was interviewed him…. gosh.. he’s so seexxyyy..

My Life Would Suck Without You

So, kemarin malam aku mengalami salah satu malam yang tidak akan kulupa. Well, salah satu keuntungan pekerjaanku dan berada diposisiku adalah aku punya privilegde untuk memilih liputan mana yang ingin kuliput (jika klien kami yang merupakan salah satu brand rokok terbesar mensponsori konser musik artis international).

Jadi, begitu aku tahu Kelly Clarkson akan konser di Jakarta, aku langsung cek siapa sponsor-nya. Dan yes! Klien kantor kami adalah sponsornya) dan aku begitu senang aku pun mengumpulkan lagu2nya satu album untuk menambah mood ‘in concert’ itu sendiri. (itu ritual yang sering aku lakukan jika ingin meliput konser musik, agar dapat ‘feel’ nya).

Tapi ternyata ada sebuah issue yang membuat klien kami harus menarik keterlibatannya dalam acara itu, meski begitu konser jalan terus. Dan yah tentu saja,…semua batal. BATAL… kesempatanku menonton kandas. Aku bisa saja membeli tiketnya, tapi harga yang mahal membuatku well.. harus berpikir 10 kali untuk menonton itu.

Kemudian, hari-hari berlalu dengan sibuk. Aku sibuk dengan pekerjaan dan deadline. Sampai suatu hari, ketika kami di taksi menuju meeting, BFF ku di kantor mengatakan bahwa dia punya sesuatu yang aku mau akhir-akhir ini. Stupid me.. pikiranku langsung ke apparel (sepatu, baju, celana, dan tas yang memang sedang kuincer) tapi kupikir itu tidak terlalu urgent, dan ga mungkin BFFku beliin itu hehehe….(kecuali ulangtahunku).

….and suddenly i screamed..very loud! Aku benar2 kegirangan..aku terlonjak-lonjak senang karena aku tahu apa yang dia punya. Iya, dia punya tiket konser Kelly Clarkson (3 buah). Kita langsung berencana untuk pergi bertiga dengan 1 lagi teman kami dan kemudian kami sibuk dengan rencana baju dan kostum yang harus kami pakai.

Akhinya, pada hari ‘H’ kami siap! kami sudah punya sepatu, baju dan kami siap ‘jumping-jumping’ di konsert.

and… the concert really really awesooomeee. We dance and sing a long. Gosh.. we are screaming just to express our energy. Kelly just so perfect up there. She sangs 20 song which not a hit is left behind. Bener-bener sebuah konser yang memuaskan. Aku sendiri sangat menikmatinya, karena kami bisa ambil posisi agak ke tengah dan lumayan punya space untuk bisa bergoyang. I really really happy on that night! so happy, the euphoria still got in me untill today…

Really. Awesome..

here is some pics from Kelly Clarkson concert in Jakarta:

aku dan chicha

Kelly clarkson in concert - jakarta

Kelly clarkson in concert - jakarta

Kelly clarkson in concert - jakarta

Kelly clarkson in concert - jakarta

Finally… Menapak ke Luar Indonesia #2

Ada kejadian agak disesalkan.. karena gw sebenarnya ingin melihat Little India. Tapi karena waktu yang terhambat dan banyaknya tempat yang harus dikunjungi, Little India kami lewati..

Selama 3 hari 4 malam kami hampir selalu berjalan.. gosh! Bener2 suatu perbedaan drastis, karena di kantor, kami biasanya selalu duduk. Tapi ini benar2.. kaki rasanya mo copot. Dengan sepatu yang sebenarnya sudah nyaman, gw cukup terbantu.. namun karena panjangnya rute yang harus ditempuh, lecet pun tidak terelakkan. *sigh*

I Feel Christmas.. J

Seumur ini selama hidup di Indonesia, gw ga pernah benar2 merasakan ambience christmas di Jakarta Raya ini. Maksud gw, benar2 merasakan seperti di film-film natal, ketika kota berhias diri untuk menyambut Christmas. Well… agak susah memang. Kecuali di mall besar, dan rumah-rumah yang merayakan, bisa dibilang saat Christmas ya gitu-gitu aja..

Nah, beda banget di Singapore ini. Gw benar-benar amazed dengan negara itu. Sepanjang jalan Orchard Road, jalan yang emang terkenal akan mall2nya, gw bener2 merasakan Christmas…bahwa sudah Desember, dan it’s Christmas. Setiap sisi jalan dihiasi lampu-lampu warna warni yang meriah, lampion-lampion, dan pohon-pohon natal di setiap sudut kota. Bahkan ada patung2 santa Claus dan Rudolf juga kereta salju yang penuh akan hadiah. Belum lagi mall-mall yang berhias secantik2nya untuk Christmas ini. Bener cantik dan Christmas time.. yang kurang menurut gw Cuma salju aja.