Reunion

krucil Jumat sore pk. 16.00. Sebenarnya gw sudah gak konsen untuk kerja. Ho..ho.. bukankah sesuatu yang biasa? Pastinya yang merasa seperti ini bukan cuma gw aja. Ha! Friday, c’mon.. ini adalah harinya malas bekerja! haha.. begitu status temanku di twitternya.

Akhirnya niat kuat terkalahkan dengan kemalasan :p (sorry bos), gw bergegas pergi meninggalkan area Grand Wijaya Center menuju Senayan City.

That’s a life from a girl in big city. Friday night, whooozzz… gone to mall asap! Hehehe… ┬áSelama di perjalanan menuju venue, gw mengingat ke belakang tentang teman2 yang akan gw temui. It’s just 4 of us, and yet, i was excited. Yup! Kami memang punya memory sendiri-sendiri. Setelah beberapa tahun sibuk dengan kesibukan masing-masing, baru kali ini kami bisa ketemu lagi. What a life! padahal kami semua tinggal di Jakarta.

Setelah tanya sana-sini, akhirnya ketemu juga venue meeting point kami. Achh… itu mereka! Betapa mereka tidak berubah! Padahal 2 diantaranya sudah punya anak! Oww… i realize i miss them so much. Yup! When we are together, as if we are always together, you know? Seperti kami selalu bertemu setiap hari, padahal yah.. ini sudah beberapa tahun lewat!

Ah.. Bebek, Nci dan Teteh.. kalian sama sekali tidak berubah. Saat kita semua berkumpul, rasanya kita seperti zaman dulu, saat bolos bareng dari kantor, mencoba mengkadali atasan. Betapa tahun-tahun sudah berlalu..

Reuni semalam membuat saya terpikir dengan reuni yang lain. Sabtu ini justru akan ada big reunion dari SMA gw. Entah kenapa, gw justru merasa enggan datang. Males datang karena belum ada perubahan nasib? belum ada sesuatu yang bisa dibanggakan? Walau bukan itu alasannya.. tapi bukankah akan keliatan keren ketika datang reuni akbar, jreng..jreng.. teman-teman akan melihat sesuatu yang berbeda. (pengennya sih begitu)

Tapi gw lebih berpikir, apakah teman2 gw dulu mengingat gw? Masa SMA dan SMP gw bukanlah masa terbaik gw. Gw termasuk dalam kumpulan orang yang biasa. You know… avarage in everything, beauty, brain, and behaviour. No one will remember me because avarage is avarage, nothing special. Jadi, gw pikir buat apa ikut reuni akbar ntar malam.

Jadi, gw memutuskan tidak ikut. Disamping hal-hal teknis lainnya. Apakah gw beranggapan buruk kalo reuni akbar lebih berupa ajang pamer? ajang loe datang sama sapa? lebih berupa how success your life is? Well… isnt it?

Reuni memang sangat menyenangkan jika kumpulannya adalah orang-orang yang memang kita kenal dan sosok yang akrab. Itu akan jadi sebuah acara yang menyenangkan. Tapi jika terlalu besar pun, akhirnya hanya akan jadi acara biasa, ngobrol basa-basi tanpa arah. Well… say im skeptical person. But, i preffer reunion with friends that i know so well.. wouldnt you too?