envy? no.. i'm just human!

“Why she is so happy? why she is so lucky? What she has that i dont? No, she’s not preety, just have a fairer skin” 

envy - gettyimages

 Bukankah semua pernah merasakan seperti itu atau perasaan serupa? Okay, silahkan tanyakan diri sendiri, gw tidak akan menjudge klian. Gw hanya ingin menganalisa perasaan yang sedang gw rasakan saat ini. Yup! Entah kenapa, gw 

merasa envy kepada beberapa orang akhir-akhir ini. Envy ketika mereka bisa berkata “I’m happy” karena gw gak sendiri tidak mampu mengucapkan itu.  

Lucunya, envy itu mampu membuat gw menjadi orang yang bukan diri gw sebenarnya. Membuat gw lupa bahwa mungkin sebenarnya dengan kondisi gw, gw punya lebih dari 1 alasalan untuk berkata “Im happy”. What a pity? Sering 

juga envy membuat gw menutup mata dengan kenyataan yang ada. Tidak objectif. 

Contoh deh: Sebagai cewek yang bukan termasuk cantik sesuai deskripsi umum cantik (tinggi, putih, dan berambut panjang, juga kurus) agak sulit mengakui seorang cewek itu cantik. Alih-alih mengakui dengan gamblang, gw menolak dengan alasan, “Terlalu kurus, modal putih aja, biasa aja, putihnya gak asli, alisnya palsu” dan alasan-alasan lain. Namun sebenarnya, itu berasal dari ketidakmampuan gw memiliki itu semua. 

Well, as i quote from i forgot who,  “To make yourself look good, you have to make others look bad” sometime we do that kind a thing right!. Seakan-akan tidak mungkin orang bisa sesempurna itu. Iyalah, kita langsung mencari cela dari orang itu. Tapi selain memunculkan sisi gelap seseorang, envy bisa memunculkan rasa kompetitif seseorang.  Guys, you must know, girls are very competitive human being. Misalnya: kita lihat seseorang punya tubuh lebih kecil, jika tidak puas dengan diri kita, kita rela lho gak makan dan sengsara demi bisa punya tubuh lebih ok dari orang yang kita lihat.  Okay mungkin gak semua, tapi slight thought pasti pernah terlintas.

Tapi bagaimana jika orang itu sengaja melakukannya agar kita iri? Nah, itu yang paling menyebalkan. Segala sesuatu yang dia perlihatkan sudah bernilai negatif deh di mata gw. Lalu, hasilnya, gw justru semakin rendah dan merendahkan dia. Really sucks! I cant help it if i did something awfull to her. 

Dan sekarang gw masih merasakannya, gak tau mpe kapan selesai, mungkin belum selesai sampai gw mendapatkan alasan why?! dosa? sapa yang bilang bukan? gw sangat tahu itu dosa, but hey.. im just human!

%d bloggers like this: